JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Ine Febrianty Bimbing 200 Siswa Bikin Film Pendek 

PENDIDIKAN
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Artis nasional, Ine Febrianty dan sutradara film, Sutjiati Eka Tjandra Sari, tampil bersamaan dalam workshop pembuatan film pendek kreatifitas siswa-siswi SMA di aula SMAN 1 Sukawati Gianyar, Rabu (25/4/2018).

Acara yang melibatkan dua ratus lebih siswa siswi SMA se-Bali tersebut terselenggara atas kerjasama Banan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) provinsi Bali.  

Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat, Subdit Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Pencegahan BNPT,  Letkol Setyo Pranowo, SE, MM dalam pengarahannya pada acara pembukaan workshop tersebut menegaskan, banyak cara membangkitkan dan menumbuhkan kreativitas generasi muda,  antara lain dengan mengupayakan peningkatan kreativitas,  dalam berbagai bidang ilmu termasuk seni pentas yang diaplikasikan dengan membuat film-film pendek. Namun kreativitas tersebut harus selalu diarahkan,  dibimbing dan ditumbuhkan sedemikian rupa dengan materi-materi yang bersifat patriotisme dan heroisme. 

"Pemerintah memang wajib selalu menumbuhkan semangat patriotisme dan heroisme kalangan generasi muda,  agar mereka sungguh memahami nilai-nilai luhur bangsa,  nilai-nilai perjuangan bangsa.  Dengan begitu,  diharapkan anak-anak muda ini tidak mudah terpengaruh oleh idiologi-idiologi lain yang bisa merusak masa depannya. Apalagi kalau sudah dipengaruhi oleh idiologi-idiologi terorisme,  itu akan sangat membahayakan keselamatan bangsa kedepan," ujarnya. 

Karenanya,  BNPT melalui kegiatan workshop pembiatan film-film pendek dengan materi yang bernuansa positif,  sportifitas,  semangat patriotisme dan heroisme,  berusaha menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda bangsa. Kedepan diharapkan anak-anak muda dapat tampil didepan sebagai pelopor-pelopor baru pembangunan nasional dan pelopor-pelopor baru bagj kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu,  artis nasional, Ine Febrianty dan sutradara film, Sutjiati Eka Tjandra Sari, yang tampil bersamaan sebagai duet nara sumber workshop tersebut,  sukses membangkitkan animo seluruh peserta. Keduanya secara bergantian berbagi ilmu perfilman kepada para peserta diselingi beberapa praktek dan simulasi pembuatan film pendek. Uniknya karya-karya perfilmman yang dimintakan untuk dibuat oleh para peserta pelatihan, hanya menggunakan media yang sederhana yang sering digunakan anak-anak sekolah tersebut yakni handphone.  

"Kita memang menggunakan sarana yang sederhana seperi handphone agar mudah diaplikasi oleh anak-anak. Paling penting adalah mereka memahami teknis pembuatan film pendek dengan durasi yang disesuaikan. Materinyanya pun kita arahkan kepada materi-materi yang tidak jauh dari kehidupan keseharian mereka,  di sekolah maupun di rumah. Kelihatan mereka cukup antusias, " ujar Ine Febrianty yang pada 2017 silam sukses memproduksi salah satu film nasional berjudul Nay,  dimana ia sendiri adalah pemeran utamanya.(ed)