JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Seminar Soul Meter, Cara Tenangkan Jiwa Hadapi Masalah

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Guna membentuk kepribadian serta kecerdasan siswa, peserta didik perlu dibekali pemahaman yang menitik berat pada pola berpikir. Kecerdasan yang telah dimiliki pun diselingi dengan penguatan karakter dan penyeimbangan jiwa agar lebih tenang menghadapi berbagai tantangan. Utamanya bagi siswa kelas IX yang menghadapi Ujian Sekolah (US) maupun Ujian Nasional (UN).

Untuk itu, SMP Negeri 3 Denpasar menggelar seminar motivasi yang bertajuk “Soul Meter” menghadirkan dr. Bunda Arsaningsih yang diwakili Rastho (Trainer Yayasan Cahaya Cinta Kasih), Selasa (20/3) bertempat di aula sekolah setempat. Seminar itu khusus digelar untuk memberikan semangat kepada para siswa, terutama menghadapi UN Mei nanti.

Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana mengungkapkan, UN merupakan salah satu momok menakutkan yang dialami sebagian besar siswa. Oleh karena itu, motivasi jiwa perlu diberikan guna membentuk karakter yang lebih tenang, sehingga dapat berdamai dengan masalah yang dihadapi.

Seminar yang merupakan rangkaian perayaan HUT ke-39 SMPN 3 Denpasar itu sangat penting diberikan kepada peserta didik yang saat ini berada pada usia peralihan. Sehingga kata dia, pembinaan terhadap sikap, mental, dan prilaku siswa sangat perlu dilakukan.

"Sikap mental dan prilaku anak-anak sekarang ini telah mengalami degradasi ke arah yang lebih instan dan dipengaruhi teknologi informasi yang begitu pesat,” jelas Kasek asal Desa Kapal, Mengwi tersebut.

Murdana menambahkan, sikap mental dan prilaku harus benar-benar dibina dan dipupuk sejak dini, sehingga sikap mental dan perilaku anak SMP ke depannya lebih baik dan tidak terjerumus ke hal yang negatif. “Untuk itulah saya selaku kepala sekolah berkepentingan untuk mencoba ke depan, tidak hanya ibu Arsaningsih saja yang akan saya datangkan untuk memberikan motivasi, tetapi motivator lain juga akan kami datangkan. Dengan harapan paling tidak sikap mental anak-anak kita seimbang dengan prestasi yang mereka capai,” tandas Murdana.

Sementara itu, Rastho (Trainer Yayasan Cahaya Cinta Kasih) mengatakan, proses Ujian Nasional tidak hanya terletak pada kecerdasan dan intelektual siswa saja, namun harus ada persiapan soul (jiwa), mean (pikiran) dan body (tubuh). Pembentukan karakter dan mental siswa juga harus dilatih, sehingga ujian nasional yang merupakan momok menakutkan bagi siswa bisa dihadapi dengan ketenangan hati, lalu hasilnya baik.

“Di sini kami memberikan pelatihan senam kecerdasan untuk meningkatkan energi dan meningkatkan oksigen ke otak, dan juga proses bagaimana mereka menata hati dan mengolah rasa, sehingga ujian yang awalnya suatu momok yang menakutkan dan berat bisa menjadi lebih nyaman buat mereka. Mereka bisa menyiapkan diri lebih baik dan proses nge-blank-nya itu bisa berkurang,”ujar Rastho. (eka)