JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Penyambutan sejid atau datangnya arca dewa dilaksanakan pada, Sabtu (4/8/2018) pagi hingga malam hari dengan menampilkan barong sai, wushu Garda Dewata, tari sakral Rejang Sari, tari Legong Keraton, tari liyong dan juga melibatkan tari sakral Sang Hyang Jaran, hinga pukul 00.00., hingga dilaksanakannya persembahyangan bersama menyambut sejid atau hari ulang tahun pada Konco Kwan Kong Bio.

Penasehat konco yang sudah mengabdi selama 18 tahun, Suyono mengatakan, penyambutan arca konco dari 7 kita besar diluar bali dilajukan sejak pagi hingga malam hari. Hut konco dewa kebenaran atau kebajikan ini secara menyeluruh dilakukan bagi umat dan konco disekuruh indonesia yang ada arca Dewa Kwan Kong. Tahun ini ketua panitia kegiatan upacara sejit, kirab, ulang tahun Konco Pura Taman Gandasari  (Kwan Kong Bio) yang ke-1858 sepenuhnya diserahkan kepada Ketut Putra Ismaya.

"Pak ismaya untuk tahun ini kepala panitia. Beliau diberikan tanggubg jawab karena sering kesini. Konco tidak terikat siapa saja iklas diterima ngayah dan Pak Ismaya menyanggupi. Sebulan yang laku kepanitiaan juga meggelar bhakti sosial kesehatan tanpa dioungut biaya. Dia (Ismaya, red) orangnya tegas, bela rakyat kecil dan konsekuen, jadi tage line beliau KERIS, tema mempersatukan NKRI tidak membedakan suku dan ras sangat mendukubg pelaksanaan kegiatan," papar Suyono.

Kegiatan tradisi budaya secara turun temurun dari umat Konghucu ini tak hanya melibatkan umat di Bali, namun juga tujuh Konco luar Bali, diantaranya dua Konco Jakarta, Bio Kwe Seng Ong dan Thio Kong Bio, Xuan Wo Tang, Gresik, Thay Sang Lao Cin Miao, Tangerang, Hong San Kiong, Gudo, TITD Hok Swie Bio, Bojonegoro, Liong Hok Bio, Magelang dan Kwam Im, Puri Surya Majapahit. Menurut Sekjen Laskar Bali, Ketut Putra Ismaya sekaligus ketua panitia sejit, kegiatan ini merupakan tradisi leluhur Siwa dan Budha. Calon DPD RI Dapil Bali ini menjelaskan, tujuan sejit lebih detail mengenai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memohon kebaikan, termasuk untuk mempererat rasa kekeluargaan antar umat beragama, khususnya di Bali yang dikenal dengn Siwa-Budha.

"Karena ini melibatkan Konco luar Bali, biasanya umat akan membludak, bisa ribuan umat. Mengantisipasi itu, kami sudah berkoordinasi dengan keamanan lingkungan, pecalang setempat dan kepolisian. 

Dijelaskannya ia menghaturkan ayah di Kongco Pura Taman Gandasari (Kwan Kong Bio) Jalan Gatot Subroto IV Blok XI Denpasar sejak tahun 2013. Semarak kegiatan upacara sejit, kirab, ulang tahun Konco Pura Taman Gandasari  (Kwan Kong Bio) yang ke-1858 tahun ini lebih semarak karena tidak saja diikuti unat dari seluruh penjuru Bali saja. Sehingga dalam kesemoatan ini Sekjen Ormas Laskar Bali ini juga mengajak angggotanya untuk ngayah dan berbuat seperti yabg telah banyak dilakukan di temoat ibadah lainnya. Dukungan penuh dalam acara kirap sebagai ungkapan dan partisipasi adanya sebuah tradisi yang harus diakui ada dan tunbuh tradiai Cina di tanah Bali.

"Mendukung kirap karena ini sebuah tradisi yang harus dilihatkan kepada masyarakat bahwa ada tradisi dan budaya Cina di tanah Bali kita. Sesuai visi dan misi KERIS, salah satunya menjaga NKRI jangan samapai orang pribumi jadi tamu di tanah sendiri. Sejarah harus tetap dijaga jangan sampai punah," jekas Ismya seraya mengatakan dalam kegiatan tersebut tidak ada hubungannya dengan dukungan politik terhadap dirinya, karena sebagai tempat ibadah tidak ada basis organisasi apapun tapi sepenuhnya untuk ngayah. (kdk)