JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Seorang guru di salah satu SMA Swasta di Bali bernama Putu Arif Mahendra alias Arif yang mencabuli anak muridnya, menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri Denpasar Senin (15/7/2018).

Dalam sidang yang berlangsung tertutup, terdakwa yang beralamat di Jalan Katrangan, Denpasar ini terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dengan ancaman Pasal berlapis yakni Pasal 81 ayat (3) UU Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dalam dakwaan primair dan Pasal 81 ayat (2) UU yang sama Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kasus sempat viral di media sosial ini berawal saat terdakwa yang merupakan wakil kepala sekolah bagian kesiswaan sekaligus guru seni mengenal korban, berinisial SCN. Terdakwa terus merayu korban dan malah mengajak korban di kelas untuk ciuman. Korban awalnya tidak mau, tapi karena diancam akhirnya korban pun menuruti apa yang diinginkan terdakwa.

Singkat cerita korban bersedia diajak onani. Setelah kejadian ini, terdakwa makin berani menghubungi korban dan mengajak berhubungan badan. Menjelang persiapan HUT sekolah, tepatnya bulan Januari 2018 terdakwa menemui korban dan mengajaknya ke hotel untuk berhubungan badan. Sembari mengancam apabila tidak mau, korban tidak akan diikutkan menari.

Karena takut ancaman, korban akhirnya menemui terdakwa di salah satu hotel di kawasan Renon. Sampai di hotel, terdakwa yang sudah menunggu langsung mencabuli korban. Pencabulan itu tidak hanya sekali tapi berkali-kali ditempat yang sama.

Aksi ketiga ini, terdakwa mengajak korban lain untuk melakukan hubungan intim bertiga (threesome). Perbuatan bejat terdakwa terungkap saat orang tua korban mendengar ada yang tidak beres antara anaknya dan gurunya. Hingga akhirnya orang tua korban melaporkan kejadian ini ke polisi. (eli)