JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Isu Sampah Sama Bahayanya Dengan Gunung Agung Meletus

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Video viral wisatawan mancanegara yang memperlihatkan sampah di laut Nusa Penida saat dirinya melakukan penyelaman, mendapat tanggapan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Minggu (11/3/2018) di acara Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS).

Menurut Pastika isu sampah tersebut sama bahayanya dengan Gunung Agung meletus. Oleh karena itu kata gubernur, masyarakat Bali tidak boleh main-main menanggapi persoalan tersebut.

"Kita semua orang Bali pasti prihatin, tetapi juga harus berterima kasih kepada bule yang telah membuat itu (video)," tegas gubernur. Walaupun, kata Pastika, hal tersebut merupakan situationable, artinya tidak terus menerus terjadi seperi itu. Gubernur juga mengatakan telah menanyakan hal tersebut kepada beberapa penyelam namun jawabannya tidak pernah menemukan sampah-sampah seperi yang ada di dalam video viral tersebut. Bahkan gubernur mencurigai bisa saja video itu hasil menyelam di tempat lain atau bahkan itu merupakan hoax.

"Hal tersebut bisa saja terjadi bagi yang ingin menghancurkan pariwisata Bali yang selama delapan tahun dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia," tegas Gubernur. Namun demikian, lanjut gubènur apapun yang terjadi masyarakat Bali tidak boleh lengah.

"Mulai sekarang kita semua harus mulai membatasi penggunaan tas plastik. Saya minta dengan hormat dari forum ini kita seluruh orang Bali, seluruh orang yang tinggal di Bali, seluruh orang yang jalan-jalan di Bali untuk mengurangi semaksimal mungkin penggunaan tas plastik. Bye bye plastik," ajak gubernur di hadapan pengunjung podium.Gubernur menganjurkan kepada siapa saja yang mau belanja baik di pasar atau super market sebaiknya membawa tas sendiri dari rumah atau meminta paper bag.

Mangku Pastika yang pada Agustus mendatang akan berakhir masa jabatannya sebagai gubernur Bali, merencanakan cara menanggulangi sampah dari hulu hingga hilir. Gubernur mencontohkan di negara Taiwan diberlakukan larangan penggunaan tas plastik untuk urusan apapun.

Jadi kata gubernur kalau ingin mempertahankan Bali sebagai destinasi wisata terbaik, khususnya pariwisata di laut maka Bali juga harus melarang penggunaan tas plastik, walaupun gubernur juga mempertanyakan apakah Bali bisa melakukan hal tersebut. Dengan penuh keyakinan gubernur mengatakan Bali pasti bisa melakukannya karena jika tidak maka apa yang disampaikan bule tersebut adalah benar dan tentu akan bye bye Bali. (dj)