JA Teline V - шаблон joomla Форекс

39 Kapal Ludes Terbakar di Pelabuhan Benoa

BADUNG
Typography

BENOA-fajarbali.com | Kebakaran hebat melanda 39 kapal ikan yang sedang lego jangkar di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Senin (9/7/2018) dinihari. Amukan si jago merah diduga kuat berasal dari konsleting listrik di salah satu mesin kapal, hingga menyambar ke kapal lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan diperkirakan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja, terbakarnya puluhan kapal ikan di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa berlangsung tepat di depan PT. AKFI-Benoa. Salah seorang saksi mata menuturkan, kebakaran itu awalnya diketahui salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Supriyanto (28) yang bekerja di Kapal Motor (KM) Cilacap Jaya Karya.

Pria yang bekerja di bagian mesin ini kebetulan sedang tertidur lelap di atas kapal dari pukul 24.00 Wita. Sekitar pukul 01.55 dinihari, saksi Supriyanto terbangun karena cuaca kapal panas dan lampu tiba-tiba mati. “Saksi terbangun karena di kapal tersebut lampu penerangan mati,” ujar Kombes Hengky, Senin (9/7/2018).

Saksi kemudian turun dan langsung ke kamar mesin dan melihat si jago merah sudah berkobar dan menyala di atas kapal. Karuan saja, saksi meloncat dari kapal untuk menyelamatkan diri. Para ABK lain yang menyaksikan peristiwa itu berupaya memadamkan api, namun ternyata si jago merah tidak mudah dijinakkan.

Sementara itu, kobaran api semakin membesar di KM Cilacap Jaya Karya karena dibantu hembusan angin kencang. Akibatnya, dua kapal yang berdekatan dengan Kapal Cilacap Jaya Karya, yakni kapal motor milik PT. Intimas Surya dan PT.Bandar Nelayan, ikut ludes terbakar. Dalam hitungan menit, kobaran api terus meluas dan menyambar puluhan kapal lainnya.

Perwira melati tiga dipundak itu menuturkan, sementara ini tercatat kurang lebih ada 20 kapal ikan yang teridentifikasi terbakar. Sisanya belum terdata, karena hingga pukul 13.00 Wita, kobaran api belum bisa dipadamkan. "Sejauh ini tercatat ada 20 kapal dan sisanya masih didata," jelas Kombes Hengky.

Sebelumnya, upaya pemadaman sudah dilakukan oleh para ABK dengan tabung gas dan alat pemadam kebakaran. Para ABK juga melepas tali kapal yang berdampingan, agar kapal menjauh dan menghindari kebakaran susulan. Selain itu, upaya pemadaman melibatkan Damkar sebanyak 4 unit PMK dari BPBD 4 unit dan PMK Pelabuhan Benoa 2 unit.

Ditambah 11 unit PMK  dari Kodya Denpasar 8 unit, PMK Kab Badung 2 unit, PMK Pelindo 1 unit dan di bantu 3 mobil Ambulance serta oleh Alkon milik PT. Intimas, PT. AKFI dan PT.Bandar Nelayan. "Namun demikian mengingat lokasi kapal2 sangat berdekatan dan sangat jauh di tepi dermaga sehingga pemadam kebakaran sangat sulit," jelasnya.

Atas kejadian itu, Kombes Hengky menambahkan, belum ada laporan korban jiwa dan kerugian materi masih dalam peyelidikan. Sedangkan kebakaran itu kini ditangani oleh Polsek Kawasan Laut Benoa/KP3 di back up oleh Penyidik Ditpolair Polda Bali.

Versi lain yang diterima dilapangan menyebutkan, terbakarnya kapal ikan di Pelabuhan Benoa mencapai 39 unit. Masing-masing milik PT. AKFI-Benoa, sebanyak 5 unit kapal yakni, KM Cilacap Jaya Karya, KM Akau Jaya Lima, KM BMJ Satu, KM  Bintang Barat, KM Bina Sejati.

Selanjutnya, milik PT.Intimas Surya sebanyak 7 kapal yakni Kapal Hiroyosi 7, KM Permata 03, KM Permata 103, KM Permata 06, KM Permata 01, KM Mutiara 28 dan KM Mutiara 10. Kemudian, kapal milik PT. Bandar Nelayan, KM Bandar Nelayan 168 dan KM Bandar Nelayan 2019. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 25 kapal belum terdata mengingat api masih menyala di kapal. (hen)