JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PKW – Pemda Buleleng Gelar Pendidikan Sadar Wisata dan Pembentukan Pokdarlingdastan Pengembangan Wisata Tirta dan Rekreasi Waduk Titab.

EKONOMI
Typography

SINGARAJA – fajarbali.com |Bendungan atau Waduk Titab-Ularan yang  telah diresmikan pada Desember 2015 oleh Presiden RI ke -6 Megawati Soekarno Putri merupakan bendungan terbesar di  Bali dengan menggunakan lahan sekitar 137 hektar lebih. Wilayah Bendungan Titab meliputi empat desa di Kecamatan Busungbiu yaitu Desa Titab, Desa Busungbiu, Desa Kekeran dan Desa Telaga dan dua desa di Kecamatan Seririt yaitu Desa Ularan dan Desa Ringdikit.

 

Disamping  sebagai fungsi utama untuk air irigasi, sumber  air baku  dan  pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mikrohidro juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Namun sampai saat ini potensi wisata tirta, rekreasi dan wisata alam tersebut belum dikembangkan  dan masyarakat setempat belum disiapkan dari sisi mental, sosial ekonomi, sadar wisata  dengan  melibatkan peran serta aktif masyarakat di kawasan ini.

Guna mendukung  dan mewujudkan program pengembangan wisata tersebut Program Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Pendidikan Ganesha  (Undiksha) berkolaborasi dengan Universitas Panjisakti (Unipas) - Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng, Senin (13/8) menggelar kegiatan Pendidikan Sadar Wisata (Darwis) dan pembentukan Kelompok Sadar Lingkungan Daerah Aliran Sungai dan Pertanian (Pokdarlingdastan) dalam rangka Pengembangan Wisata Tirta dan Rekreasi Waduk Titab. Kegiatan tersebut  digelar di Warung Swiss yang berlokasi di area Waduk Titab dan sekaligus  tempat tersebut ditetapkan sebagai posko PKW. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng yang pada kesempatan tersebut diwakili Kepala Bidang Sumberdaya Pariwisata  I Ketut Suteja, SE, Camat Seririt, Nyoman Riang Pustaka, SIP, Camat Busungbiu  Drs. Made Supartawan, MM, Kepala Desa Ringdikit, I Gede  Kawit Adnyana, perwakilan Kepala Desa penyangga,  karang taruna, Pordarwis dan Pokdarlingdastan  masing-masing desa penyangga.

 

 

Hadir pula pada kegiatan tersebut inisiator sekaligus mentor  Tim Pengusul  Program Kemitraan Wilayah (PKW) Undiksha  untuk Pengembangan Wisata Tirta dan Rekreasi Waduk Titab, Dr.rer.nat.  I Wayan Karyasa, S.Pd. M,Sc, Ketua Tim Pengusul Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd. M.Or dan Dr. Made Agus Wijaya, S.Pd. M.Pd selaku anggota.

Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Made Agus Wijaya, S.Pd. M.Pd mengungkapkan bahwa kegiataan tersebut merupakan pendidikan Sadar Wisata  (Darwis) dan pembentukan kelompok sadar lingkungan daerah aliran sungai dan pertanian (Pokdarlingdastan).“ Kegiataan ini merupakan salah satu agenda Tahun Pertama program kemitraan wilayah (PKW) - Pemda Waduk Titab Ularan,” ungkap Agus Wijaya.“ Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan sumberdaya manusia pendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Waduk dan masalah lingkungan hidup dalam rangka program pengembangan wisata tirta dan rekreasi Waduk Titab,” pungkasnya.

Sementara itu dalam paparannya Kabid Sumberdaya Pariwisata Dinas Pasriwisata Kabupaten Buleleng I Ketut Suteja, SE  mengungkapkan  meskipun  saat ini  Kawasan Bendungan Titab belum ditetapkan sebagai kawasan wisata oleh pihak pemerintah,  namun kami  optimis dengan dukungan dan terobosan dari pihak Undiksha sebagai tim pengkaji  untuk membantu warga masyarakat  yang berada di wilayah sekitarnya serta dukungan masing-masing Desa penyangga maka program ini akan bisa terealisasi,” lanjut Suteja. “ Dalam jangka panjang kita harus pikirkan bagaimana legal formalnya, kebersaamaan masyarakatnya, pembebasan lahannya kalau ada tanah masyarakat yang kena jalur dari segi subaknya juga kita perlu antisipasi, “imbuhnnya.

Disamping diisi paparan tentang potensi dan faktor pendukung berkembangnya kawasan wisata, acara tersebut juga  diisi dengan sesi tanya jawab antara nara sumber dengan para peserta maupun antar peserta sehingga kegiatan tersebut berlangsung sangat interaktif dan  komunikatif (Sud).