JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Ancaman penyakit Demam Berdarah (DB) kini menghantui warga di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Minggu (15/7/2018) seorang wisatawan asal Negara Spanyol bernama Chistine Ochoe (23) diinformasikan harus dirawat intensif karena menderita DB saat berlibur di Nusa Penida. Atas kondisi ini, pihak Dinas Kesehatan Klungkung pun terus menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk. 

Plt Dirut Rumah Sakit Pratama Nusa Penida, dr I Ketut Rai Sutapa menyampaikan, sejak Sabtu (14/7/2018) pihaknya memang merawat seorang wisatawan asing asal Spanyol. Pasien tersebut dirawat karena gejala suspect DB. dr. Rai Sutapa mengatakan menurut keterangan pemandu wisatanya, sebelum ke Nusa Penida, pasien tersebut sempat berkunjung ke Ubud dan Tulamben. Bahkan, gejala seperti menggigil sudah dikeluhkan sejak ia berada di Tulamben. 

Untuk memastikan kondisi wisatawan tersebut, pemandunya bahkan sempat mengajaknya berobat ke puskemsas dan RS Balimed, Karangasem untuk dicek lab. "Dari keterangan guidenya, wisatawan tersebut sudah mulai menggigil ketika berada di Tulamben," ujar dr Rai Sutapa. 

Kasus DB ini memang bukan yang pertama terjadi di Nusa Penida. Sebelumnya pada awal tahun lalu, seorang perawat di RS Pratama Nusa Penida bernama  I Wayan Riada (24) juga terjangkit DB. Bahkan perawat asal 
Dusun Semaya, Desa Suana tersebut diduga meninggal akibat diserang virus yang disebabkan nyamuk Aides Agypty tersebut. 

Sebagai upaya antisipasi, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung bersama jajaran Puskesmas Nusa Penida gencar melakukan fogging. Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Diskes Klungkung , Wayan Kariana menyampaikan, Nusa Penida merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap penularan DB. Hal ini dikhawatirkan semakin parah lantaran musim hujan yang datang. Oleh karena itu, sebagai upaya antisipasi dirinya mengajak masyarakat untuk aktif melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). (dia)