JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Tragedi Pantai Klotok, Pemkab Klungkung Segera Pasang Papan Peringatan

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Tragedi yang menewaskan tiga warga di Pantai Watu Klotok, segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung. Agar tak terulang peristiwa serupa, Rabu (25/4/2018) Pjs. Bupati Klungkung, Wayan Sugiada menginstruksikan pemasangan papan peringatan. 

Saat dikonfirmasi Pjs Bupati, Sugiada menyampaikan, pemasangan papan tanda peringatan sangatlah penting. Lantaran pantai yang kerap digunakan sebagai lokasi malukat dan mencari batu sikat ini berombak besar. Peristiwa serupa yang menelan korban jiwa, juga tak hanya terjadi sekali.

“Saya sudah instruksikan dinas terkait untuk segera memasang papan peringatan di sepanjang pantai Watu Klotok,” ujar Sugiada. 

Dirinya berharap pemasangan papan tanda peringatan ini bisa segera terwujud. Mengenai biaya, diyakini tidak akan menghabiskan dana besar. Sehingga realisasinya tak harus menunggu ketok palu APBD perubahan. "Pemasangan papan peringatan nanti kita harapkan segera dilakukan. Tidak harus menunggu anggran perubahan karena anggrannya kecil” harapnya. 

Selain menggagas pemasangan papan peringatan, Pjs. Bupati, Sugiada juga sempat melayat ke rumah korban. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa belasungkawa, dan mengharapkan keluarga yang ditinggalkan tabah. Pejabat asal Tabanan yang didampingi Camat Klungkung, Komang Gde Wisnuadi ini juga memberikan bantuan tali kasih kepada keluarga korban. 

Salah satu keluarga korban, Kadek Mudiarta saat itu sempat meminta agar Pemkab memerikan pengarahan terkait keselamatan di tempat kerja. Khususnya kepada para pencari batu sikat yang setiap saat bergulat dengan ombak. Dirinya berharap, pemerintah bisa menyediakan perlengkapan keselamatan di pantai. Sehingga peristiwa serupa tak terulang kembali. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tragedi di Pantai Watu Klotok yang menewaskan tiga warga ini terjadi Senin (23/4) lalu. Korban meninggal Wayan Budiastrawan (25) asal Desa Tojan dan Kadek Sudiasta alias Sobra (35) asal Desa Gelgel, Klungkung. Keduanya ikut terseret ombak saat berupaya menyelamatkan Ni Wayan Sutami asal Desa Sangkangunung, Sidemen, Karangasem. (dia)