JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Kedatangan jenasah Co-Pilot Kapten Wayan Sugiartha Disambut Tangisan Keluarga

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Kedatangan jenasah co-pilot Kapten I Wayan Sugiartha yang menjadi korban kecelakaan pesawat di Pegunungan bintang oksibil, Papua beberapa waktu lalu disambut histeris keluarga besarnya di banjar Dinas Pande Besi, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Ibu korban pun menangis saat jenasah digotong oleh tim Basarnas Bali dibawa ke dalam rumahnya. 

Pantauan wartawan portal berita fajarbali.com, Rabu (15/8/2018), sejumlah kerabat korban sudah mendatangi rumah orang tuanya sejak pukul 14.00 wita. Selain itu, pihak keluarga juga menyiapkan tim kesehatan dari RS Bali Med Karangasem untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan mengingat ibu almarhum yakni Ni Made Nyampuh Marheni memiliki riwayat jantung.

Mobil jenasah yang membawa anak pertama pasangan I Made Kertiyasa dengan Ni Made Nyampuh Marheni datang sekitar pukul 15.30 wita dengan dikawal mobil Basarnas Bali. Ikut serta dalam pemulangan jenasah Kepala kantor SAR  Denpasar, I Ketut Gede Ardana.

Sebelum dibawa kedalam rumah korban, jenasah almarhum terlebih dahulu disambut dengan upacara. Begitu tim Basarnas yang menggotong peti jenasah kedalam rumah, teriakan histeris ibu korban pun pecah. Sementara itu, paman korban, Jro Mangku Pande Kerti mengatakan, untuk sementara jenasah keponakanya itu akan dibaringkan didalam ruangan. Hal itu karena dalam keluarga besarnya masih mempersiapkan upacara manusia Yadnya. "Jenasah ditidurkan dulu agar tidak menggangu jalanya upacara pernikahan salah satu keluarga," ujarnya. 

Jro Mangku Pande Kerti mengatakan, pihak keluarga masih menganggap kalau korban masih tertidur. Sampai upacara pernikahan itu selesai dilakukan barulah keluarga korban dianggap sebel (cuntaka). Upacara pembekaran jenasah pria yang baru dua bulan bekerja di perusahan pesawat naas itu akan dilangsungkan pada 20 Agustus mendatang. "Karena masih ada upacara pernikahan salah satu keluarga besar, jenasah kita anggap masih tidur," ujarnya. 

Pihak keluarga baru akan membawa jenasah korban ke balai dangin jika sudah ada kentongan yang menandakan upacara pernikahan sudah selesai dilaksanakan. Jro Mangku Pande Kerti juga mengatakan, jenasah korban hanya akan dibakar saja atau menginsan ring geni. Setelah semuanya tenang, barulah akan dirembugkan kembali kapan upacara pengabenan korban. "Sementara menginsan di geni, pengabenan masih menunggu keluarga tenang," ujarnya lagi. 

Sementara, Kakansar Denpasar, Ketut Gede Ardana menyampaikan, jenasah baru landing dari pesawat yang membawa jenasah korban sekitar pukul 14.00 wita. Setelah dilakukan proses penyerahan dari Basarnas Jayapura kepada Basarnas Bali, langsung dibawa ke Karangasem. "Tadi penyerahan di bandara kepada kami, langsung kita bawa kerumah duka," ujar Ketut Gede Ardana. 

Seperti diketahui, sebuah pesawat Dinomin Air PK-HVQ dengan co pilot kapten I Wayan Sugiartha kehilangan kontak di Pegunungan Bintang Oksibil, Papua beberapa waktu lalu. (bud)