JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Berbagai upaya telah dilakukan Dishub Gianyar dalam mengurai kemacetan di destinasi wisata Ubud. Upaya yang telah dilakukan mulai dari melakukan kajian sampai sosialisasi dan penerapan di lapangan.

Namun kemacetan di Ubud masih saja terjadi dan Dishub Gianyar sendiri terus berupaya agar kemacetan ini segera bisa terurai, sehingga baik wisatawan dan masyarakat sekitar dapat menikmati lalulintas di Ubud dengan nyaman.

Jalur yang paling sering mengalami kemacetan adalah jalur Pengosekan menuju Peliatan. Hal ini akibat lebar jalan yang tidak mencukupi untuk berpappasan kendaraan besar. Apalagi kemacetan ini diperparah dengan perbaikan trotoar di jalur tersebut.

Disamping itu, kemacetan juga sering terjadi di pusat Kota Ubud, lantaran melintasnya kendaraan besar dan masih ada beberapa kendaraan yang sengaja parker di badan jalan. Kadishub Gianyar, I Wayan Arthana mengakui persoalan kemacetan di Ubud belum tuntas. Walau demikian, setiap harinya selalu ada petugas Dishub yang berjaga di setiap persimpangan yang dinilai rawan macet untuk mengurai kemacetan. “Secara umum, jalan di Ubud rata-rata sempit. Mengingat sebelumnya adalah pedesaan yang berkembang menjadi kota dan tidak diimbangi dengan berkembangnya jalan raya. Sedangkan volume kendaraan melebihi kapasitas,” terang Wayan Arthana, Rabu (8/8/2018).

Ditambahkannya, waktu kemacetan yang sering terjadi antara pukul 11.00 Wita sampai pukul 19.00 Wita. Dimana aktifitas pada jam tersebut mulai ramai baik oleh wisatawan dan kegiatan warga termasuk aktifitas sekolah. Dalam keadaan macet tersebut, truk pengangkut material bangunan dan loading barang ke hotel juga melintas, sehingga kemacetan tambah sulit diurai. “Salah satu opsi yang akan kami lakukan adalah melakukan pengaturan pada truk dan kendaraan besar JBB diatas 8 ton diberlakukan jam malam,” terang Arthana.

Sedangkan jam berapa kendaraan besar seperti kendaraan cargo dan truk barang bisa melintas, nanti diatur dalam kajian. Disisi lain, sulitnya mengatur dan mengurai kemacetan lalulintas di Ubud, mengingat pengaturan lalulintas tersebut, Dishub berhadapan dengan masyarakat di Ubud sendiri yang belum sadar akan nyamannya berlalulintas.

Langkah pemberlakukan jam malam bagi kendaraan besar mendapat dukungan dari Komisi I Dewan Gianyar. Ketua Komisi I, Ngakan Ketut Putra juga mengamati kemacetan tersebut juga disebabkan oleh kendaraan angkutan barang. “Kami dukung penuh langkah Dishub mengurai kemacetan di Ubud, apalagi akan diberlakukan jam malam pada kendaraan besar,” terang Ngakan Putra. Dikatakan Ngakan Putra, harus ada yang dikorbankan dan tujuannya baik demi kenyamanan lalulintas.

Disamping itu, Ngakan Putra juga berharap agar upaya yang dilakukan Dishub Gianyar mendapat dukungan dari semua pihak, baik pengguna jalan dan masyarakat Ubud sendiri. “Kajian yang dilakukan sudah cukup banyak, ahli yang memikirkan sudah banyak, tinggal kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas. Saya kira hal ini bisa terselesaikan,” tambahnya.(sar)