JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Anggaran Prabencana 2018 Tidak Tercover, BPBD Gianyar Kelimpungan Layani Permohonan Warga

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Masyarakat Gianyar yang bakal menghadapi musim penghujan, utamanya warga yang ingin meminta bantuan ke BPBD Gianyar, kini merasa was-was. Yang mana setiap musim penghujan, selalu terjadi bencana longsor dan pohon tumbang. Sejumlah permohonan juga sudah masuk ke BPBD untuk nantinya mendapat penanganan, namun hal ini belum bias terwujud. Hal ini disebabkan, anggaran prabencana tahun 2018 tidak tercover di APBD Induk 2018.

 Kepala BPBD Gianyar, AA Oka Digjaya, dikonfirmasi Selasa (12/6/2018) mengakui hal tersebut. Dikatakannya, sejak musim hujan mulai terjadi di tahun 2018 ini, banyak permohonan masuk ke BPBD Gianyar untuk pemangkasan pohon. “Permohonan yang masuk baik perorangan dan dari desa pakraman, karena tidak ada anggaran otomatis permohonan itu tidak bias penuhi,” terang AA Oka Digjaya.

AA Oka Digjaya sendiri sudah berusaha agar pos anggaran pra bencana tersebut masuk dalam APBD Induk 2018. “Upaya kami tidak berhasil, padahal anggaran tersebut untuk memberikan pelayanan kepada warga yang tertimpa musibah, baik pohon tumbang atau longsor. “Apa boleh buat, kami tidak bias berbuat banyak,” tambahnya.

Dibandingkan dengan  tahun 2017 lalu, anggaran di pos prabencana ini mampu menangani pemangkasan pohon  di sebanyak 66 lokasi. Bahkan, dengan tersedianya  anggaran itu, sejumlah bencana pohon tumbang bisa diminimalisir. “Kalaupun terjadi bencana  tak sampai menimbulkan kerugian yang besar mengingat kondisi pohon sudah dipangkas sebelumnya,” bebernya.

Mengingat tidak ada anggaran prabencana tersebut, BPBD berharap warga yang ingin memangkas pohonnya, agar bias melakukan dengan swadaya. Sebab musim hujan 2018 yang sudah mulai turun sangat rawan menimbulkan bencana.  “Kami akan mengupayakan di Tahun 2019, mudah-mdahan bias tercover, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan bias terlayani,” tandasnya.  (sar)