JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Tokoh PDIP Gianyar Ngakan Ngurah Jelantik Berpulang

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Tokoh PDIP asal Puri Saren Keliki, Tegalalang Ngakan Ngurah Jelantik (76) berpulang Selasa (5/6/2018) di RS Bali Mandara akibat penyakit infeksi paru-paru.

Suasana dukapun meliputi Puri Saren Keliki dan simpatisan PDIP Tegalalang dan Gianyar, mengingat kader banteng ini sebelumnya aktif membesarkan partai berlambang moncong putih ini. Sedangkan pelebonnya masih menunggu hari baik, pada Juli 2018 mendatang.

Putra mendiang almarhum, Ngakan Putu Tirta Pramono, Rabu (6/6/2018) menyebutkan dirinya bersama keluarga kehilangan sosok panutan. Bagi Tirta Pramono sendiri, selain almarhum sebagai ayahnya, juga sebagai guru politik.

“Tentu kami bersama keluarga kehilangan sosok ayah dan sekaligus guru politik,” terang Ngakan Tirta Pramono yang pernah menjadi anggota DPRD Gianyar. Dikatakan Pramono sendiri, semasa hidupnya, almarhum selalu mengajarkan Marhaenisme Bung Karno kepada anak-anaknya.

Tirta Pramono juga menuturkan kalau mendiang ayahnya pernah menjabat sebagai Perbekel Desa Keliki selama 26 tahun. Sedangkan jabatan di partai, pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP. Hanya sejak menderita infeksi pada paru-paru, aktifitas dan kondisi kesehatan almarhum menurun. Sempat beberapa kali menjalani rawat inap, hingga benar-benar tak berdaya dan menghembuskan nafasnya pada Selasa lalu. Sedangkan ketika disinggung soal rencana upacara pelebon, Tirta Pramono menjelaskan perkiraan akan dilaksanakan pada Bulan Juli mendatang. “Saat ini masih ada karya agung di Pura Dalem Keliki, mungkin setelah Ida Bhatara mesineb dan petunjuk dari Ida Sulinggih, jelas Pramono.

Ditambahkannya, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, mendiang sempat berpesan agar peti jenasahnya dibungkus dengan bendera PDIP, sebagai bentuk rasa cintanya kepada wong cilik yang bernafaskan Marhaenisme. “Permintaan terakhirnya, agar peti jenasahnya dibungkus bendera PDIP, tentu hal ini kami koordinasikan dengan pengurus PDIP, agar permintaannya dipenuhi,” jelas Pramono. Dikatakannya, almarhum sendiri meninggalkan 13 putra/putrid, 27 cucu dan 4 cicit. Seluruh simpatisan dan kader PDIP Gianyar kehilangan sosok yang telah membesarkan PDIP, yang merupakan kader banteng sejati yang dimiliki Kabupaten Gianyar.

Ketua DPC PDIP yang juga bakal calon dari PDIP, Agus Mahayastra menyebutkan merasa kehilangan sosok kader PDIP terbaik Gianyar. Aghus Mahayastra menyebut sudah mengenal almarhum sejak Tahun 1992 silam dan jatuh bangun membesarkan PDIP. “Kenangan saya bersama beliau adalah saat ikut Pilkada lima tahun lalu, beliau hadir ke pelosok-pelosok guna menggelorakan semangat Marhaenisme,” jelas Agus Mahayastra. Ditambahkannya, mendiang sendiri pula satu-satunya perbekel yang berani mendobrak orde baru saat itu yang penuh resiko.

“Kami keluarga PDI Perjuangan Gianyar mengucapkan bela sungkawa dan spirit perjuangannya akan kami teladani,” tegas Agus Mahayastra. (sar)