JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Ditemukan Sarkofagus di Areal Subak Dugul Bangli

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Ditemukan benda purbakala berupa sarkofagus di areal sawah milik I Ketut Lodra, di Subak Dugul, Desa Selat, Susut, Bangli. Warga sekitar berbondong-bondong melihat dari dekat benda yang terbuat dari batu dengan ketinggian sekitar 1 meter dan lebar 1 meter itu, Selasa (14/8/2018).

Ditemukan pertama kali oleh Ketut Lodra, saat dia mau bersih-bersihkan rumput dengan cangkul di pematang sawah di bagian bawah, dekat Sungai Sangsang ini, Sabtu (11/8/2018) sekitar pk.17.30 Wita.Tepatnya di dasar pematang sawahnya. Ia mengaku kaget saat itu mencangkul bagian dasar pematang melihat ada benda aneh. 

Diapun melakukan pencangkulan pada sisi-sisi benda untuk mendapatkan kejelasan. Setelah dicangkul kelihatan bentuk benda sesungguhnya. Tetapi benda itu baru diangkat pada Selasa (14/8) setelah datangnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli yang mendengar dari laporan perbekel setempat.

”Baru tadi pagi kami angkat setelah datangnya pegawai dari Disparbud Bangli,” jelasnya. Lanjut Lodra setelah dibuka, di dalamnya ada palungan (lubang). Di dalam lubang setelah dicek-cek bersama petugas ada bekas tulang manusia yang sudah remuk bahkan sudah menjadi abu. Selain itu juga ada kapak dari batu.”Lubangnya besar, kalau kita duduk besila di lubang itu cukup kok,” jelas Lodra diamini kakanya I Wayan Sumantra.

Apapun dikatakan tentang benda itu, masyarakat terus berdatangan melihat benda yang diduga dibuat pada zaman batu itu. Kini benda itu sudah diberi sesajen, menurut kepercayaan Hindu. Dan demi keamanan, Selasa (14/8) benda itu dipagari.

Menurut Lodra, petugas dari Disparbud Bangli mengimbau agar benda tersebut diamankan. Menurut Lodra benda yang ada di dalam lubang itu mencerminkan tulang manusia yang sudah berupa abu. Sedangkan keberadaan kapak dari batu maka diyakini benda itu dibuat pada zaman batu, entah zaman neo liticum atau meso liticum.

Namun tidak diketahui apa motif menaruh kapak dari batu dalam lubang tersebut, apakah untuk menunjukkan zaman (era) pembuatan benda tersebut.

Ditanya bakal dibawa ke mana benda tersebut, Lodra mengatakan sementara masih diamankan di tempat semula, tidak akan dia pindahkan ke mana-mana, sambil menunggu kedatangan pihak arkeolog untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang benda tersebut. Namun belum ada keterangan resmi tentang benda tersebut serta berapa tahun usianya dari pihak berwernang. (sum)