Banyak Bangunan Rangka Baja Ambruk, Dewan Bangli Minta Kaji Ulang

BANGLI
Typography

BANGLI-fajarbali.com | Banyaknya bangunan menggunakan rangka baja yang ambruk di Bangli akibat gempa Lombok, Minggu (5/8/2018) lalu menjadi perhatian DPRD Bangli.

Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, menyikapi banyaknya bangunan menggunakan rangka baja hancur dibanding bangunan lainnya. Dia berharap untuk dikaji ulang mengenai penggunaan baja dimaksud.

“Jangan lagi pakai baja ringan kalau memang sekarang banyak yang roboh,” ujar Carles yang juga Ketua DPC. Demokrat Bangli, asal Kintamani ini, Kamis (9/8/2018).

Pasca gempa Lombok, dirinya memantau keberadaan bangunan-bangunan baik fasilitas umum dan bangunan milik masyarakat. Terhadap ambruknya gedung SMAN 1 Susut, SMKN 1 Susut dan SMPN 4 Bangli di Pengotan (total  5 unit bangunan) yang menggunakan rangka atas baja atap genteng diapun mengakui adanya.

Dan bangunan-bangunan disamping yang menggunakan rangka kayu tampak utuh, tanpa bermaksud berharap ambruk, menurutnya itu menandakan ada yang tidak beres pada bangunan rangka baja. Cuma dirinya belum tahu apa karena baja yang tidak kuat menahan beban genteng, atau lantaran baja yang digunakan tidak sesuai bestek. Namun apapun persoalannya karena faktanya atap baja banyak roboh, dia mendesak Pemkab Bangli untuk meklakukan kajian ulang.

“Ke depan perlu lakukan kajian apakah kembali kita gunakan kayu seperti bangunan yang lama, kan lebih kuat dan awet”, ujarnya.

Untuk diketahui kembali bangunan gedung di SMAN 1 Susut, Bangli roboh tanpa tersisa sedikitpun. Rangka baja ambruk dan genteng-genteng berserakan. Padahal menurut sumber di sekolah ini, bangunan itu baru klar tahun 2014. Sedangkan bangunan lainnya yang gunakan kayu, meski sudah usia tua tapi masih kuat.

Akibatnya siswa sekarang belajar digabung (di-merger) ke kelas lain. Demikian halnya yang terjadi di SMKN.1 Susut, 3 unit bangunan menggunakan rangka baja atap genteng hancur.Pihak sekolah masih memikirkan apakah siswa belajar double sift atau digabung. Tak kecuali bangunan berlantai dua di SMPN.4 Bangli, di Desa Pengotan (gunakan rangka baja atap genteng) juga hancur.

Bahkan selain hancur di bagian langit-langit, malah antara tembok dan tembok tampak lepas (retak berat). Kepala SMPN.4 Bangli, Drs. I Made Muliawan, Kamis (9/8) mengaku terpaksa menggabungkan siswanya agar proses belajar bisa tetap berjalan. “Kami merger dulu sementara sebelum ada rehab”, ujarnya.

Terhadap kondisi itu, Sekdis PUTRKP Bangli, I Made Soma ketika dimintai tanggapan soal bangunan atap baja roboh, dia belum berhasil dihubungi. Kini di Bangli penggunaan rangka baja atap genteng untuk bangunan rumah hamper tak ada. Yang banyak ditemui yakni rangka baja dengan atap seng atau baja juga. Dalam pantauan bangunan seperti itu belum ada tampak rusak akibat gempa 7,0 SR ini. (sum)