JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Wabah Covid-19 berdampak pada peningkatan jumlah penduduk miskin di Bali. BPS Provinsi Bali mencatat pada Maret 2020 diperkirakan 165,19 ribu orang. Jika dibandingkan dengan September 2019 yang sekitar 156,91 ribu orang, maka pada Maret 2020 ada penambahan sekitar 8,3 ribu orang.

Pertumbuhan ekonomi negatif karena konsumsi barang dan jasa mengalami penurunan tahun sebelumnya. Dampaknya pastinya pengangguran. Faktor-faktor produksi banyak yang menganggur karena tidak bisa dimanfaatkan dalam sektor produksi akibat permintaan berkurang.

 

"Untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan salah satunya menumbuhkan wirausaha mandiri sehingga perekonomian akan kembali menggeliat," ujar Akademisi Universitas Warmadewa, Putu Ngurah Suyatna Yasa, Selasa (21/7/2020).

 

Ia pun melihat, pengangguran menyebabkan daya beli masyarakat makin menurun. Daya beli menurun maka kemiskinan akan makin meningkat. Seseorang tidak bisa segera menjadi miskin setelah di PHK, pasti ada jeda waktu ketika tidak bisa lagi menopang kebutuhan hidupnya.

 

Harapannya pada September 2020, pandemi ini bisa berkurang, walaupun puncaknya ada yang memperkirakan Juli-Agustus. Oleh karenanya untuk menekan kemiskinan, Suyatna Yasa menilai bagaimana segera menyetop covid dan jangan sampai berkesinambungan terlalu lama, pasalnya kondisi ini yang berbahaya sekali mengingat kemampuan keuangan negara akan terbatas.

 

"Sektor pariwisata dunia terpengaruh lama, sebab, sebelum covid ini berakhir maka orang orang akan was-was berpergian ke luar negeri, selain tugas atau kegiatan tidak bisa ditunda. Untuk itu, kunci pertama memutus covid dengan ikut peran serta masyarakat dengn meningkatkan disiplin, mematuhi protokol pencegahan dan penanggulan covid," ujarnya.

 

Selain itu perlu diperhatikan tentang stimulus UMKM skala kecil, restoran, perhotelan dan pendukungnya. Itu sangat penting terutama bagi UMKM. UMKM merupakan usahanya yang jumlahnya dominan di Indonesia yaitu 98 persen usaha di Indonesia dari UMKM. Kemudian bantuan sosial diharapkan tetap terus dilakukan terutama bagi kelompok-kelompok yang rentan miskin sekali mengingat ada kelompok menegah ke atas dan marjinal.

 

“Ketika banyak orang di PHK maka di sini yang sebelumnya abu-abu menjadi miskin. Kelompok inilah yang berbahaya sekali sehingga inilah yang harus dibantu dengan jaring bantuan sosial dan kesehatan. Selanjutnya ada susbidi bunga untuk usaha mikro kecil dengan bunga sangat ringan. Termasuk, program padat karya sehingga pengangguran memiliki pekerjaan dan pendapatan,” tegasnya.

 

Pihaknya menambahkan, kini yang terpenting yaitu kewirausahaan perlu mulai digalakkan dengan berbasis kearifan lokal. Masyarakat Bali harus dibiasakan memiliki jiwa, semangat dan kemampuan kemandirian. (dar).