JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Persiapan menghadapi era baru di Pantai Kuta mulai dilakukan. Rencananya pedagang di kawasan pantai itu pun akan ditata. Sehingga pada saat mulai dibuka lagi pada 9 Juli, seluruhnya sudah siap menghadapi pelaksanaan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista saat dihubungi melalui saluran telepon mengatakan, aktivitas pedagang Pasar Seni Kuta juga akan dimulai dibuka secara perlahan dan bertahap. Pedagang yang sudah memiliki nomor kios akan menerapkan sistem ganjil-genap demi mencegah adanya kerumunan konsumen.

 

"Jumlah pedagang kios sebanyak 204 pedagang. Masing-masing kios kini ada nomornya, jadi lebih mudah kita mengaturnya. Selain itu, sudah kita buatkan juga surat imbauannya," terangnya, Senin (6/7/2020).

 

Ia menambahkan untuk pedagang yang berada di pesisir Pantai Kuta, pihaknya mengaku belum berani untuk membukanya kembali secara bersamaan. Sebab, perlu pengaturan jarak dan pendataan ulang. Dari catatan yang ada pada pihaknya, jumlah pedagang tersebut berjumlah 1.169 orang.

 

Disinggung soal penerapan protokol kesehatan untuk wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta, Wasista mengaku akan terus memberikan arahan kepada pengunjung untuk tetap menerapkan pola physical distancing dan wajib menggunakan masker.

 

"Kita akan kerahkan personil satgas pantai Kuta. Kita terjunkan dengan dibantu oleh 25 orang prajuru desa. Petugas nantinya akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan setiap shift berisi 15 orang personil satgas dan prajuru," ujarnya.

 

Selain itu pengeras suara yang berada di Pantai Kuta akan diaktifkan setiap 15 menit sekali untuk menginformasikan protokoler kesehatan saat beraktivitas di pantai.

 

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Seni Kuta, Yudha mengungkapkan, semenjak mewabahnya virus Corona, transaksi jual beli di Pasar Seni Kuta menjadi terhenti. Dirinya berharap dengan adanya penerapan new normal 9 Juli mendatang akan dapat mengembalikan perekonomian secara perlahan.

 

"Kami sudah 3 bulan lebih tidak berjualan. Kami hanya sesekali datang ke kios hanya untuk bersihkan dagangan dari debu maupun rembesan air hujan. Dengan diterapkannya new normal nanti, kami harapkan dapat memulihkan kembali perekonomian yang sempat mati suri," tuturnya.

 

Yudha juga meminta kepada pemerintah agar para pedagang yang terimbas wabah Corona dapat diberikan bantuan permodalan untuk dapat bertahan berjualan.

 

"Tentu kita harapkan adanya stimulus dari pemerintah agar kami para pedagang kedepannya tetap bisa berjualan, terlebih wabah ini belum diketahui kapan akan berakhir dan pemulihan pariwisata pun belum benar-benar maksimal," harapnya. (dar).