EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Bank BPD Bali menggelar Webinar Deglobasasi Hasil Pertanian Menuju Kemandirian Hasil Pertanian Lokal di Tengah Pandemi Covid-19 pada Rabu (24/6/2020) yang menghadiri Ketua Komunitas Petani Muda Keren, Agung Weda serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardha dan Busines Manager Asuransi Jasindo Kantor Cabang Denpasar, Raden Utomo Subagio.

Hal ini dilakukan untuk bisa menciptakan ekosistem pertanian yang lebih modern serta meningkatkan kembali perekonomian Bali melalu sektor pertanian.

 

Dalam sambutanya Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma yang merasa sangat khawatir akan kondisi pertumbuhan perekonomian di Bali yang menurun pada triwulan I mencapai 1,45 persen. Penurunan tersebut disebabkan karena pertumbuhan ekonomi di Bali di topang oleh sektor pariwisata, dimana dampak pandemi covid-19 membuat sektor pariwisata tidak berjalan. Sehingga Bank BPD Bali yang juga sebagai pelaku penggerak ekonomi di Bali, melalui Webinar ini bisa memberikan kontribusi dalam rangka perbaikan pertumbuhan perekonomian di Bali.

 

"Sektor pariwisata di Bali sedang anjlok akibat pandemi covid-19, tetapi sektor pertanian saya melihat pertumbuhannya sangat bagus maka kita akan mendorong sektor ini," jelasnya 

 

Lanjutnya Sudharma menjelaskan, pihaknya yang saat ini fokus akan UMKM di sektor pertanian sebab pertumbuhan ekonominya sangat baik, bahkan Kabupaten Buleleng sendiri peningkatan sektor pertanian cukup tinggi mencapai 21 persen, Bangli 27 persen, Karangasem 25 persen, Klungkung 21 persen, Tabanan 22 persen, Jembrana 21 persen. Artinya, peluang pertumbuhan ekonomi sangat baik di sektor pertanian.

 

"Enam kabupaten yang pertumbuhan ekonomi di sektor pertaniannya masih bagus, dengan adanya webinar yang menggandeng Petani Muda Keren kita harapkan bisa memberikan inspirasi kepada seluruh anak muda khususnya yang ada di perkotaan maupun daerah untuk melakukan pertanian modern," tambahnya seraya mengatakan bila masyarakat Bali bisa menerapkan sistem pertanian modern sudah pasti tingkat perekonomian petani semakin bertambah. Sebab kalau sudah bebicara pertanian modern, jelas sistem tanam tidak lagi berpatokan pada sasih atau musim. 

 

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardha yang mengakui sektor pertanian dan peternakan di Bali sangat bagus pertumbuhannya ditengah pandemi covid-19, hanya mereka para petani dan peternak mengalami kesulitan permodalan untuk pengembangan bisnisnya seperti halnya dalam pembelian bahan produksi bibit, pupuk, pakan. "Petani dan peternak sering mengalami kendala dalam permodalan, belum lagi mereka harus memelihara infrastruktur pertanian maupun peternakan, saya harap dengan adanya Webinar ini Bank BPD Bali bisa memberikan kemudahan dalam baik itu pinjama maupun suku bunga, agar para petani tidak tergantung kepada para tengkulak," paparnya.

 

Wisnuardhana menambahkan, dengan adanya webinar bisa bermanfaat kepada para petani dan peternak dalam informasi kepada para peserta. Dan pastinya peran Bank BPD sendiri sangat penting dalam hal ini, hanya saja nantinya kedepan Bank BPD Bali bisa kembali ditingkatkan dana penguatn modal kepada para petani di Bali.

 

"Bila nanti Pergub tentang pengelolaan dana penguatan modal sudah siap saya harap peran Bank BPD Bali bisa lebih ditingkatkan," paparnya.

 

Sementara Ketua Komunitas Petani Muda Keren, Agung Weda menyampaikan pertanian harus dijadikan prioritas dalam bidang usaha, sebab di Bali sendiri dari hulu sampai hilir rata-rata penduduknya bertani. Hanya saja sekarang yang diperlukan para petani adalah pemasaran digital, untuk bisa memasarkan hasil panennya secara luas bahkan ke luar negeri. "Petani di Bali harus bisa menguasai teknologi digital untuk pemasarannya, sebab negara luar seperti Rusia dan Prancis sangat menggemari buah asal Bali seperti manggis, mangga, durian dan sebagainya," jelasnya.

 

Ditambahkannya, potensi pertanian di Bali sangat besar sebab permintaan pasar sangat tinggi. "Kalau petani bisa manfaatkan permintaan pasar ditengah pandemi covid-19 saya jamin para petani bisa sejahtera. Dilihat dari capaian pasar ekspor di Bali pada 2019  mencapai Rp550 triliun dari sektor pertanian. Artinya bisnis pertanian sangat menjanjikan dan potensinya sangat tinggi sekali," pungkasnya. (kdp).