JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Mewabahnya Covid-19 yang menghantam perekonomian Bali membuat masyarakat merasa khawatir dalam upaya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, tidak sedikit masyarakat yang awalnya bekerja di sektor pariwisata beralih menjadi pedagang yang memanfaatkan media dalam jaringan (online).

 

 

Salah satu potensi alam yang bisa dijual secara online adalah produk pertanian yang kini sedang mengalami masa panen. Setidaknya, hal ini pun membantu menyerap produk pertanian yang kini banting harga.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Forum Petani Muda Bali Anak Agung Gede Agung Wedhatama P. mengungkapkan, saat ini penjualan melalui media online dengan marketplace yang dimiliki cukup membantu penyerapan produk pertanian, meski tidak sebanyak saat pariwisata masih berjalan normal.

 

Pemasaran lewat media online saat ini, menurutnya, memang membantu terserapnya produk pertanian, namun lebih ke sektor rumah tangga. Dengan begitu, pemasaran pun tidak bisa seperti sebelum pandemi, yang secara global saat ini memang terlihat ada penurunan.

 

"Hal ini memberi pengaruh terhadap harga produk hortikultura yang saat ini merosot drastis. Karena pariwisata yang biasanya diandalkan kini mati suri, sehingga daya beli masyarakat juga lesu,” ujarnya, Kamis (7/5).

 

Agung Wedhatama menambahkan, saat ini pemasaran online paling mampu bertahan serta mengalami peningkatan di tengah pandemi covid-19 ini. 

 

Sementara itu, Salah seorang karyawan kontrak yang kini mengambil kesempatan untuk berjualan online Sinta Lestari mengatakan, selain himpitan perekonomian yang dialaminya di tengah pandemi covid-19 ini, berjualan online dilakukannya juga bertujuan untuk membantu petani.

 

“Banyak produk pertanian yang saat ini dijual murah, karena minim serapan. Jadi dengan kita membantu menjualkan produknya bisa sama-sama membantu meningkatkan perekonomian para petani di Bali,” ungkapnya.

 

Dengan berjualan melalui media online, menurutnya lebih memberi ketertarikan kepada konsumen. Selain membantu penyerapan produk pertanian, dengan sistem ini juga perputaran ekonomi masih tetap berjalan.

 

“Dengan ikut membantu menjual hasil panen seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, dapat membantu petani karena dalam kondisi pandemi ini daya beli masyarakat menurun dan perputaran produk pertanian didominasi terjadi di wilayah Bali saja,” terangnya. (dar).