JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Semenjak wabah Covid-19 mulai merebak di Indonesia, sektor pariwisata lah yang paling pertama terkena dampaknya. Pasalnya, sebagian besar wilayah di Indonesia termasuk Bali, penduduknya banyak yang berkerja di bidang pariwisata baik hotel, restoran, maupun jasa perjalanan wisata. Namun ke depan, semua sektor diyakini akan terdampak.

 

 

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum BPD HIPMI Bali Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK. Pihaknya menyatakan, hal ini hanya masalah waktu. Dari semua sisi jenis usaha, sektor pariwisata lah yang paling pertama terdampak adanya pandemi Covid-19. "Ini hanya masalah duluan belakangan. Usaha pariwisata memang duluan terimbas, tapi lambat laun yang lain juga kena," ujarnya.

 

Ia menyebutkan, kategori pengusaha dari golongan kecil, sedang, hingga menengah semua pasti terdampak. Saat ini usaha kecil sudah mati-matian bertahan di tengah guncang pandemi Covid-19. Daya beli masyarakat semakin berkurang, selain itu pemasukan juga tidak ada.

 

"Bila dibandingkan dengan usaha kategori sedang, usaha kecil dalam waktu 2 bulan dinilai masih mampu bertahan. Berbeda halnya dengan usaha kategori sedang dan menengah, karena pengusaha golongan sedang dan menengah ini masih memiliki tabungan dan aset. Tapi dilihat juga sekarang dari jenis usaha. Kalau dia pengusaha besar di bidang pariwisata, 2 sampai 3 bulan kedepan pun sudah berat karena biaya operasional dari hotel dan pinjaman bank besar sekali,” ungkapnya.

 

Darmaputra mengaku, untuk sekarang pun banyak pengusaha yang sudah mulai menjual barang yang dimiliki dalam upaya bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menutupi biaya operasional. Selain itu juga melakukan efisiensi termasuk efisiensi karyawan.

 

"Apabila pandemi ini belum bisa teratasi dengan baik, maka setelah Juni yaitu Juli dan September akan semakin banyak bidang usaha yang terdampak. Sektornya pun tidak lagi bidang pariwisata tapi sudah mulai berimbas ke semua sektor," katanya.

 

Darmaputra menambahkan, pengusaha yang berinvestasi tahun ini untuk mengembangkan usaha tentu sangat merasakan dampak yang berat. Karena mereka harus membayar cicilan, sementara wabah Covid-19 telah membuat perekonomian lesu di segala lini, termasuk usahanya. "Jika tahun ini pengusaha tersebut sedang berinvestasi atau menyimpan uang, maka untuk operasional bisnisnya saat ini bisa bertahan," ungkapnya. (dar).