EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Saat ini Corona sudah manjadi penyakit pandemik bagi seluruh dunia dan mempengaruhi perekonomian global, oleh karena itu masyarakat dan pelaku pariwisata khususnya di Bali diharapkan saling bersinergi untuk memutus penularanya serta bersama-sama untuk membebaskan Bali dari ancaman virus corona (Covid-19).

 

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan untuk menangulangi corona seluruh komponen pariwisata diminta untuk tidak panik dan mengikuti arahan Gubernur Bali. Diungkapkan masyarakat dan pelaku pariwisata diminta patuhi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7194 Tahun 2020. Surat edaran ini mencakup tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

 

Ia menjelaskan dalam surat edaran ini tertera kegiatan perjalanan dinas ke luar negeri dan ke luar daerah Bali agar ditunda kecuali sangat penting dan mendesak. Kegiatan-kegiatan pemerintah yang melibatkan orang dalam jumlah yang banyak seperti rapat kerja, rapat koordinasi seminar, simposium, lokakarya, FGD, kursus, Diklat dan lain-lain agar ditunda. "Kegiatan keramaian, hiburan dan kegiatan lainnya, yang melibatakan massa agar ditiadakan atau dibatasi," ujarnya, Kamis (19/3).

 

Astawa menyampaikan seluruh stakeholder pariwisata diminta untuk tenang dan tidak panik. Pelaku pariwisata tidak boleh menyebarkan informasi yang tidak akurat atau tidak berasal dari sumber resmi. Ia menambahkan seluruh stakeholder pariwisata mesti menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. “Pelaku pariwisata mesti memberikan contoh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” tambahnya. 

 

Ditanya masalah kunjungan wisatawan, Putu Astawa menjelaskan, kunjungan wisatawan ke Bali pada pertengahan Maret ini mencapai 160 ribu orang. Diakui, jumlah terjadi penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

Putu Astawa menuturkan, dampak dari corona virus disease 2019 (covid-19) terhadap sektor pariwisata sudah mulai terasa. Dari data pada Maret 2019, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 430 ribu orang. “Kalau kita lihat dalam pertengahan Maret ini kunjungan wisatawan, baru 160 ribu. Kalau kita asumsikan  dikalikan dua saja, berarti prediksi kunjungan satu bulan ini 320 ribu orang,” terangnya. Jadi kalau dibandingkan tahun lalu, kemungkinan terjadi penurunan 110 ribu wisatawan.

 

Pihaknya menyadari sepenuhnya penurunan, akibat meluasnya sebaran covid-19 yang telah menjadi pandemi di dunia. Meski demikian karena Indonesia, khususnya Bali belum menutup diri maka masih banyak wisatawan yang datang ke Bali.

 

Dari jumlah wisatawan tersebut yang terbanyak dari Australia, United Kingdom, disusul Rusia, Jepang, India, Amerika serikat, Jerman, Prancis, dan Malaysia. Wisatawan yang datang ke Bali total dari 171 negara di dunia. Saat ini pihaknya mengaku masih fokus untuk mitigasi corona, dengan dibentuknya Satgas Penanggulangan Covid-19 oleh Gubernur.

 

“Satgas ini fungsinya untuk pencegahan dengan meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk, melalui bandara dan pelabuhan-pelabuhan, memasang termoskener, meningkatkan sanitasi, di seluruh bidang baik hotel-hotel maupun restoran secara serentak. Langkah ini akan terus dilakukan agar menjadi kebiasaan, baik itu ada virus atau tidak. Harapan kami  ini ke depannya akan menjadi suatu habit,” tandasnya.

 

Satgas juga menyiapkan sarana prasarana rumah sakit, tenaga medis, sarana prasarananya sekiranya bila terjadi sesuatu. “Jadi kesiapsiagaan yang diutamakan. Untuk pemulihan pariwisata akan segera kami lakukan setelah masa darurat ini berakhir,” pungkasnya. (dar).