JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Usaha pembuatan peralatan dapur di Dusun Beneng, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung mulai terkena imbas Virus Corona. Usaha yang mengandalkan penjualan ke Negara Jepang ini mulai sepi pesanan sejak dua bulan lalu. Akibatnya, puluhan tenaga yang sebelumnya aktif selama seminggu penuh, kini jam kerjanya terpaksa dipangkas.

 


Senin (2/3/2020) siang, Ketut Marwati pemilik Cv. Akemi Bali Craft nampak sedang mengecek produknya. Perempuan paruh baya ini mengatakan, Virus Corona berdampak besar pada usaha yang didirikannya sejak tahun 2003 tersebut. Sebelumnya, produk-produknya alat dapurnya buatannya ramai dipesan oleh konsumen dari Negara Jepang. Setiap tiga bulan sekali, alat-alat seperti sendok, talenan, alas botol, piring, hingga tempat tisu yang semuanya terbuat dari kayu akan dikirim ke negeri matahari terbit tersebut. Jumlahnya pun bisa mencapai satu kontainer. 

Tapi kini, kondisinya berubah drastis. Pesanan sepi, kalaupun beralih ke konsumen dari negara lain seperti Inggris dan Australia, jumlah pesanannya tak sebanyak Jepang. "Biasanya tiap tiga bulan sekali kirim ke Jepang satu kontainer. Sekarang agak sepi sejak dua bulan. Pemesanan alat-alat dapur seperti sendok sedikit. Kami juga tidak tahu kenapa sedikit," ujarnya seraya bersyukur meski pesanan menurun, tapi hingga saat ini belum ada pembatalan pesanan dari Jepang. 

Menyikapi kondisi ini, Ketut Marwati yang merintis usaha bersama suaminya, Nyoman Subawa mulai memutar otak. Untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK), dirinya terpaksa memangkas jam kerja 50 karyawan yang dimilikinya. Yang mana di hari-hari normal biasanya mereka bekerja selama seminggu penuh, saat ini hanya bekerja selama lima hari saja. "Bisanya tiap hari kerja, sekarang seminggu lima hari kerja atau sampai Kamis saja," ungkapnya. 

Di samping itu, karena pesanan untuk peralatan dapur menyusut, Marwati berlahan mulai berinovasi ke pembuatan interior rumah. Seperti tempat lampu atau apapun kebutuhan interior villa. Beruntung, inovasinya tersebut cukup diminati di pasaran. Utamanya, villa-villa yang ingin mempercantik ruangannya dengan interior berbahan kayu. 

"Mengikuti permintaan pasar, sekarang kami juga ikut beralih membuat interior. Untung produk buatan kami ada yang diterima villa-villa," ungkapnya. Iapun sangat berharap, wabah Corona ini bisa segera ditangani, sehingga usaha seperti yang dikelolanya bisa bangkit kembali. (dia).