JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

GIANYAR - fajarbali.com | Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh kini mulai mengembangkan pariwisata alam dengan berbasis pertanian organik. Tidak tanggung-tanggung lahan yang akan dikembangkan menjadi obyek wisata sekitar 42 hektar di wikayah Subak Celuk, Desa Medahan.

 

Pekaseh Subak Celuk bersama warga setempat menyebut pengembangan destinasi wisata baru tersebut tidak semata-mata untuk mendatangkan wisatawan saja, namun untuk meningkatkan pendapatan petani melalui tanaman padi organik. “Kita sudah kembangkan padi organik seluas 1 hektar, nantinya akan berkembang lebih luas lagi,” Jelas Pekaseh Subak Celuk, Ketut Sigra, Rabu (29/1/2020) . Ditambahkannya, komoditas lain juga dikembangkan, seperti penanaman pohon Kelor. “Sudah seratusan lebih tanaman kelor yang ditanam di sepanjang jalan, akan ditanam.lebih banyak lagi,” Jelas Sigra.

 

Ketut Sigra menjelaskan pengembangan agrowisata Subak Celuk Indah dilakukan dengan pelan-pelan. Mengingat pengembangan pariwisata membutuhkan dana dan kesinambungan pengelolaan. “Yang jelas, kami membutuhkan dukungan pemerintah melalui dana dan dukungan promosi, agar bisa berlembang lebih cepat,” Harapnya. Paling tidak menurutnya, Subak Celuk sudah berusaha mengembangkan komoditas organik, yang saat ini mulai dikembangkan di daerah lain. 

 

Selain berharap bantuan dari Gubernur Bali, Wayan Koster berkait pengembangan pariwisata, dirinya berharap jugaendapat bantuan guna pengembangan komoditas organik. Disamping itu, fasilitas yang baru ditata meliputi areal parkir, toilet dan fasilitas lain pendukung wisata agro. “Sementara, balai subak kami gunakan sebagai pusat pelayanan wisata, parkir dan toilet,” tutupnya.(gds)