JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

SINGARAJA – fajarbali.com | Melemahnya dunia pariwisata di kawasan Lovina di tahun 2019 ini berdampak pada occupancy atau tingkat hunian hotel. Spenjang tahun 2019, kondisi pariwisata di Kawasan Lovina lesu. Sempat mengalami peningkatan kunjungan dipertengahan tahun, namun hal itu tak berlangsung lama. Kunjungan hotel hanya ramai pada high season pada Juli-Agustus. Selanjutnya kondisi pariwisata kembali melemah. Kondisi pariwisata yang demikian cukup berdampak pada hotel-hotel yang ada di Kawasan Wisata Lovina.

 

 

Wisatawan yang menginap pada hotel mengalami penurunan yang juga berdampak pada pendapatan hotel. Seperti misalnya di Hotel Aneka Lovina. Di tahun 2019 mengalami penurunan kunjungan sebesar 10 % dari tahun sebelumnya. Khusus di bulan Desember, biasanya hotel sudah melakukan close book di tanggal 20, namun pada tahun ini di bulan Desember, pihak hotel masih melakukan open book bagi wisatawan disaat Natal dan menjelang Tahun Baru.

 

Pihak hotel pun mengkhawatirkan fasilitas yang semakin hari semakin baik. bagusnya infrastruktur jalan yang dibangun di Buleleng dikhawatirkan akan mengurangi tingkat Length of Stay di Buleleng. Disisi lain pihak hotel merasa bersyukur. Dengan adanya infrastruktur yang baik, wisatawan yang menuju Buleleng dari Bali Selatan dapat menikmati DTW yang ada di Buleleng dengan akses yang cepat. Sales Marketing Hotel Aneka Lovina Gede Sukayasa didampingi General Manager Aneka Lovina mengakui adanya penurunan tingkat hunian hotel selama tahun 2019.

 

”Memang ditahun ini kita mengetahui semuanya dimana untuk kunjungan pariwisatawan mancanegara atau domistik yang berlibur ke Buleleng dan khususnya di objek wisata Lovina sangat merosot hingga 10 persen namun perkembangan kami lihat cukup bagus dengan dibangunnya impratruktur penghubung Bali Selatan dengan Bali Utara tentunya hal itu nantinya bisa menunjang kunjungan wisatawan ke Bali Utara semakin meningkat,”harapnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/12/2019).

 

Tidak hanya itu, keluhan lainnya juga disampaikan oleh pokdarwis lainnya. Persoalan yang sama menjadi salah satu faktor menurunnya tingkat hunian hotel di Lovina Menanggapi keluhan-keluhan itu Ketua PHRI Buleleng Dewa Suardipa mengakui kondisi pariwisata Lovina saat ini cukup lemah. Ia juga mengatakan segala upaya telah dilakukan bersama Dinas Pariwisata Buleleng untuk mempromosikan pariwisata Buleleng untuk menarik wisatawan berkunjung ke Buleleng.

 

”Memang belakangan ini khusunya ditahun 2019 memang kunjungan wisatawan ke Buleleng atau Bali Utara sangat menurun drastic. Dengan adanya hal itu kami bersama dengan pemerintah daerah utamanya dinas pariwisata telah melakukan beberapa upaya guna bisa menarik kunjungan wisatawan ke Buleleng dapat mengalami peningkatan namun hal itu belum membuahkan hasil yang melegakan,”tuturnya. Bahkan Suardipa menambahkan, perlu adanya inovasi yang dilakukan secara bersama-sama agar dapat  memikat ketertarikan wisatawan. Selain itu, juga diperlukan penataan yang lebih agar tidak monoton dan membuat wisatawan bosan.

 

”Serasa untuk menarik wisatawan ke Buleleng seharusnya dilakukan upaya-upaya secara bersama seperti melakukan promosi objek wisatawan yang dimiliki Buleleng serta disini harus dilakukan penataan-penataan yang baru sehingga para wisatawan yang hendak datang ke Bali Utara tidak terkesan membosankan,”harapnya. W - 008