JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Hingga akhir bulan November 2019, Bank kebanggaan masyarakat Bali (Bank BPD Bali) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 562 miliar.

Sedangkan total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 22.144 miliar atau meningkat 9,64% y.o.y. Sementara untuk kredit berhasil menyalurkan sebesar Rp 18.458 miliar atau meningkat 11,70 % y.o.y. Khusus untuk sektor UMKM, penyaluran kredit sebesar Rp 7.046 miliar atau 38.17% dari total kredit. Hal ini dipaparkan Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma SH.MH., saat media gathering di Denpasar, Senin (23/12/2019).


Turut dihadiri beberapa Dewan Komisaris Bank BPD Bali, Direksi dan Kepala Divisi Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma lebih lanjut menjelaskan, dilihat dari komposisi perbandingan menyakurjan kredit produktif dengan kredit konsumtif sebesar 43,61% berbanding 56,39%. Kredit produktif meliputi kredit investasi sebesar Rp5.302 miliar atau 28,72% dari total kredit, serta kredit modal kerja sebesar Rp2.747 miliar atau 14.88% dari total kredit. Kondisi ini membuat Bank BPD Bali sudah mampu melampaui target laba sesuai rencana bisnis bank. "Laba sudah melewati dari yang ditetapkan dalam rencana bianis bank. Target laba kita Rp487 miliar namun target tahunan per November sudah Rp562 miliar," jelasnya.


Khusus KUR, pencapaian sampai dengan November 2019 sebesar Rp916 miliar dengan komposisi KUR Mikro sebesar Rp37 miliar dan KUR Kecil sebesar Rp879 miliar. Capaian ini sekaligus membuat Bank BPD Bali mendapat penghargaan sebagai Bank Penyalur KUR Terbaik III 2019 yang diberikan oleh Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Perbendaharaan DJPb Provinsi Bali. Sementara itu, untuk total asset Bank BPD Bali pada November 2019 menembus Rp26.666 miliar atau meningkat 8,73% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp24.524 miliar. Sedangkan dilihat dari rasio-rasio keuangan, CAR Bank BPD Bali tercatat 21,86%, LDR sebesar 83,34%, BOPO sebesar 69,36%, ROA sebesar 3,21%, ROE tercatat 19,66%.

Dari sisi jaringan kantor, Bank BPD Bali berupaya untuk semakin dekat dengan nasabah serta meningkatkan kenyamanan area layanannya. Per November 2019 telah memiliki 14 kantor cabang, 38 kantor cabang pembantu, 52 kantor kas, 47 kegiatan pelayanan kas, 197 ATM, 5 CDM, 122 EDC dan 7 unit mobil kas keliling. Selain itu, Bank BPD Bali telah meluncurkan produk terbaru yang meliputi Kartu Debet Bank BPD Bali. Disamping itu, Bank BPD Bali telah mengembangkan sinergi layanan E-Link LPD dan BPR, fitur cross border, dan digitalisasi Penerimaan Pembayaran Pensiun (Taspen Smart Card). Sepanjang tahun 2019, Bank BPD Bali mampu mencapai kinerja yang baik dari sisi total asset, penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga,m dan lainnya. Pada tahun 2019, Bank BPD Bali memperoleh 12 penghargaan dari berbagai pihak dan lembaga.

Di tahun 2020 Bank BPD Bali kembali akan tunjukkan kineja sesuai rencana bisnis bank. Bahkan telah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp1,095 triliun sesuai persetujuan dari kementerian. Untuk itu Nyoman Sudarma mengajak jajarannya di sisa waktu sebelum tutup buku terus meningkatkan semua kinerja diatas target agar di tahun depan Bank BPD Bali semakin dipercaya sebagai Bank kebanggaan masyarakat Bali. "Sampai dengan akhir tahun ini kami harapkan seluruh rencana bisnis bank yang kita telah susun dalam rencana binis bank 2019 bisa kita lampau tidak hanya tercapai sesuai harapan stake holder kita," ujarnya lanjut menjelaskan kesiapan bank BPD Bali menyambut Natal dan libur akhir tahun dengan penyiapkan kas yang cukup di seluruh ATM. "Persiapan libur akhir tahun termasuk Natal kami sudah menyiapkan kas untuk ATM yang rata-rata harian biasanya antara Rp80-100 miliar kita tingkatkan menjadi Rp200 miliar," papar pejabat bank kelahiran Desa Ungasan itu. (kdk)