JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Menjelang perayaan Nataru PT PLN (persero) Unit Induk Distribusi Bali memastikan pada Natal dan tahun baru 2020 (Nataru) pemakaian listrik di Bali berada di bawah beban puncak.

Hal ini sesuai dengan data tahun-tahun sebelumnya dimana pada Nataru pemakaian listrik cenderung turun. "Kita melihat justru Natal dan tahun baru seperti data-data sebelumnya relatif bebannya masih dibawah beban puncak yang pernah tercapai," ungkap General Manager PT PLN (persero) Unit Induk Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni pada acara media gethering, Senin (23/12/2019).

Suwarjoni memperkirakan beban puncak listrik di Bali selama Nataru tidak akan lebih dari 920 MW dimana sebelumnya pada tanggal 6 Desember 2019 beban puncak mencapai 966 MW. Pemakaian listrik dibawah beban puncak ini disebabkan karena banyak kantor-kantor baik pemerintahan mapun swasta mulai tutup. Sementara Natal dan Tahum baru aktifitas lebih banyak diluar rumah sehingga menurunkan pemakaian listrik reguler di masyarakat. "Jadi pada saat Natal dan tahun baru seperti data-data sebelumnya beban kami justru akan turun dari beban puncak yang pernah di raih. Bahkan untuk seluruh sistem Jawa dan Bali itu bebannya bisa turun 20 sampai 25 persen," jelasnya.

Pemakaian listrik dibawah beban puncak pada Nataru juga disebabkan karena sudah memasuki musim penghujan dimana sebelumnya dengan suhu cukup panas setelah sempat diguyur hujan selama tiga hari beban puncak pada tanggal 19 Desember 2019 hanya sebesar 960 MW. "Natal dan tahun baru ini saya yakin tidak akan melebihi 920 sampai 930 MW. Kalaupun itu panas dipastikan sistem kelistrkkan di Bali aman," ungkapnya lanjut mengatakan pelayana teknik untuk siaga Nataru dilaksanakan H-7 hingga tanggal 8 Januari 2020 termasuk untuk antisipasi pohon tumbang. "Petugas kami 24 jam akan standby dan tetus mengatasi gangguan-gangguan seperti ini," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Suarjoni juga memastikan sistem kelistrikan di Bali akan tetap aman sepanjang program PLN mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Bali. Termasuk didalamnya pengembangan sisitem kelistrikan di Bali yang sebelumnya menggunakan BBM untuk beralih menggunakan Gas sesuai arahan Peraturan Gubernur Bali untuk mewujudkan penggunaan energi bersih. Memastikan pasokan listrik di Bali aman PLN sudah merancang penambahan daya di tahun 2021 dan 2022 masing-masing sebesar 100 MW hingga didukung realisasi Jawa-Bali Connection di tahun 2024. Program kerja PT PLN (persero) Unit Induk Distribusi Bali ini sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Bali yang terus meningkats setiap tahunnya. "Rata rata beban puncak di Bali setiap tahun naik sekitar 4 persen," ungkap Suwarjoni didampingi Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya. (kdk)