JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di Kecamatan Nusa Penida sudah sepekan diberlakukan.

Untuk mematangkan penerapannya, Pemerintah Kabupaten Klungkung terus melakukan evaluasi. Utamanya, menambah petugas hingga memprioritaskan yang menguasai Bahasa Inggris. 

Melalui rapat yang dipimpim Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dibahas sejumlah permasalahan yang kerap terjadi saat penerapan Perda. Diantaranya, kekurangan petugas pungut untuk di pos Banjar Nyuh I dan Banjar Nyuh II. Di samping itu, kemampuan  berbahasa Inggris para petugas juga belum optimal. Ditambah lagi dengan desain karcis distribusi yang belum mencantumkan penjelasan dalam Bahasa Inggris sehingga kerap dikeluhkan oleh wisatawan. 

Dalam kesempatan tersebut, Camat Nusa penida, I Komang Widyasa Putra mengusulkan agar pemungutan retribusi disesuaikan dengan jadwal kedatangan boat pertama dan kedatangan kedua. Sehingga ada waktu bagi para petugas untuk beristirahat. Pihaknya juga berharap ada tambahan personil dari Polisi dan Tentara untuk memastikan keamanan.

Sementara, Bupati Suwirta berharap penerapan Perda ini terus disempurnakan. Kerjasama dengan para pengusaha boat juga akan dipercepat,  serta pemberian tanda pengenal berupa gelang untuk wisatawan yang sudah membayar retribusi.

"Siapa pun yang meberikan masukan, yang penting dia tahu permasalahan di bawah, harus kita akokomodir. Pemungutan retribusi ini merupakan tugas besar,  ini harus benar-benar dikawal, kalau salah sedikit kita akan kena batunya. Mari kita jadwab dengan kerja yang baik," ujar Bupati Suwirta. 

Sedangkan untuk penambahan tenaga pemungut,  Bupati Suwirta berharap dilakukan seleksi dalam pemilihannya. Diutamakan yang bisa berbahasa Inggris. "Saya minta semuanya bisa berbahasa inggris dan bekali mereka pendidikan karakter," imbuhnya. (dia)