JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intlektual (HAKI), Kemenhumham RI memberikan Sertifikasi Indikasi Geografis (IG) kepada Kerajianan Perak dan Emas Celuk sejak 11 Maret 2019.

Penyerahan sertifikat rencananya dilaksanaklan bersamaan dengan penyerahan Sertifikat Worl Craft City (WCC) di merupakan pengakuan kerajinan Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia,  22 April 2019 mendatang.

Kadiskop UKM Gianyar, Dewa Putu Mahayasa, Minggu (14/4/2019)menjelaskan, Indikasi Geografis (IG) merupakan nama atau tanda menunjukkan daerah asal sebuah produk yang karena faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam, faktor manusia dan kombinasi dari kedua faktor tersebut memberi regulasi kualitas dan karakteristik pada produk yang dihasilkan. “Artinya suatu daerah yang menghasilkan produk secara berkelanjutan dan memiliki cirri tersendiri, terkait ini Desa Celuk memiliki cirri tersendiri dalam kerajinan perak,” jelas Dewa Mahayasa.

Produk yang berhubungan dengan daerah geografisnya, hubungan berdasarkan faktor alam, faktor masusia atau kombinasi kedua faktor tersebut. “Produk dengan karakter dan kualitas spesifik seperti bentuk, rasa, warna kualitas dan lainnya, yang membuat kualitas unik dari yang lainnya,” ungkapnya.  Lebih lanjut diuraikan, pengakuan Indikasi Geografis diberikan melalui mendaftarkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intlektual, Kementerian Hukum dan HAM RI. Terkait Sertifikat IG yang didapat kerajinan perak dan emas Celuk, melalui proses cukup panjang.

Sebelumnya, Dewa Mahayasa memberikan pemaparan di Kementerian Koperasi UKM, dari pemaparan itu lalu Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM RI membuat pengumuman kepada publik tentang produk kerajinan perak dan emas celuk yang akan diajukan mendapatkan sertifikat IG. “Sejak diumumkan sampai dua bulannya tidak ada sanggahan dari pihak lain, lalu dilakukan verifikasi lapangan oleh Tim Indikasi Geografis,” paparnya.  Karena  verifikasi lapangan memenuhi, maka Sertifikasi IG bisa diperoleh kerajinan Perak dan Emas Celuk.

Menurutnya, dampak Sertifikasi IG adalah melindungi produk dari pemalsuan, meningkatkan posisi produk menembus pasar baru. Berkontribusi menciptakan atau menambah nilai terhadap produk/wilayah(menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas  produk. Meningkatkan kesejahteraan produsen. Meningkatkan ekonomi lokal. “Terpenting dari Sertifikat IG ini untuk menghindari klaim terhadap produk oleh kelompok atau orang lain,” cetusnya.

Kedepannya, produk kerajinan Gianyar yang bisa didaftarkan mendapatkan Sertifikat IG adalah kerajinan bambu di Desa Belega dan Bona. Kerajinan bamboo ini unik selain ada di Bona dan Belega, juga memiliki cirri khas tersendiri. Sertifikat IG yang kerajinan perak dan emas Celuk, merupakan Sertifikat ke-60 yang telah diterbitkan Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM RI. Adapun untuk produk Bali, merupakan produk ke tiga, setelah Kopi Robusta Kintamani, Bangli  dan produk buah Mete Kecamatan Kubu, Karangasem. (sar)