JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Mulai Februari 2019 malu, harga babi terus mengalami penurunan. Hal ini disebutkan karena over produksi dan pada saat harga babi sedang mengalami kenaikan, justru peternak meningkatkan volume pemeliharaan babi.

Saat harga babi pada puncaknya, muncullah peternak babi pemula, tergiur usaha babi memiliki nilai ekonomis, sehingga saat ini terjadi over produksi.

Salah satu pemilik usaha potong babi di Payangan, Nyoman Rawi, Minggu (14/4/2019) mengungkapkan stok babi hidup masih banyak di peternak. “Harganya turun drastis, dari Rp 37 ribu perkilo hidup menjadi Rp 27 ribu,” terang Nyoman Rawi. Dikatakannya, saat harga merosot, banyak peternak yang menjual babi ke usahanya dan usaha potong babinya memiliki kapasitas sedikit, sehingga permintaan warga tidak bias dipenuhi.

Peternak bibit babi, Wayan Parta menjelaskan pada saat harga babi Rp 37 ribu, harga bibit babi berkisar antara Rp 95 ribu perkilogram babi bibit. “Persoalannya, saat ini pembelian bibit sangat jarang, sehingga bibit babi diobral warga dan dijual borongan, sehingga yang tidak laku terus dipelihara pemilik sehingga stok babi saat ini melimpah,” jelasnya. Yang menjadi persoalan menurutnya, harga pakan babi juga ikut naik, sehingga peternak babi merasakan kerugian dua kali, disamping harga babi turun, juga diikuti harga pakan yang naik.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ngakan Putu Readi menjelaskan, merosotnya harga babi belakangan ini karena lonjakan harga terdahulu cukup tinggi maka banyak peternak memelihara babi kembali. Karena lonjakan harga itu, menurutnya banyak peternak pemula ikut memelihara babi. Babi-babi peternak itu sekarang sedang produksi. Sehingga persediaan babi sekarang cukup banyak. “Dampaknya, harga babi turun. Turunnya harga murni karena kelebihan produksi,” tegasnya.

Langkah yang diambil untuk mengantisipasi hal ini dengan melakukan pembinaan agribisnis (hulu sampai hilir) kepada peternak. “Salah satunya mendorong peternak untuk menjual babi ke luar daerah, beberapa peternak sudah melakukan. Paling tidak, peternak bias menjual dengan harga pokok daripada rugi sama sekali,” terangnya. 

Dari data yang dimiliki, di Gianyar sekarang ini mengalami surplus. jumlah populasi babi  sebanyak 138.764 ekor. Sedangkan kebutuhan daging babi 7.743.800 kilogram per tahun, dari populasi ini 1 ekor babi berat 100kg diasumsi menghasilkan daging 60 kg per ekornya. Jadi ketersediaan daging babi per tahun menjadi 8.325.840 kg. (sar)