JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com |Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Jawa Timur menjalin kerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) Kota Denpasar untuk mempromosikan produk yang dihasilkan UKM.

Kerjasama ini diwakili pelaku usaha mikro Kabupaten Blitar, Erma Hendra Rani dengan wakil pelaku usaha mikro Kota Denpasar, Rien Sutedja disaksikan Kadis Koperasi UMKM Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., dan Kadis Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Ir. Indra Gunawan, M.M., Selasa (9/4) di ruang pertemuan kantor Diskop UMKM Kota Denpasar.

Erwin Suryadarma mengatakan, kunjungan Diskop Usaha Mikro Blitar mengajak pelaku UKM tersebut ke Denpasar untuk temu kemitraan dengan pelaku UKM yang ada di Denpasar sekaligus memperkenalkan masing-masing hasil karya UKM. Selain itu, saling memasarkan produk mauopun produksi UKM kedua belah pihak. ”Dengan adanya MoU ini akan ada timbal balik dari kedua daerah tersebut dalam mempromsokan produk-produk yang dihasilkan UKM,’’ terang Erwin Suryadarma.

Erwin pun mengaku, kerjasama bidang pemasaran maupun kebutuhan bahan baku tidak hanya dilakukan saat ini melainkan akan terus berlanjut sehingga produksi yang dihasilkan pelaku UKM dapat diprosikan di masing-masing daerah. Dengan demikian, pemasaran hasil produksi akan lebih luas jangkauannya sehingga cepat dikenal di pasaran. ”Harapan kami ke depan produk UKM yang ada di Blitar bisa dipasarkan di Kota Denpasar. Begitu juga sebaliknya, produk UKM di Denpasar bisa dipasarkan di sana dan kalau perlu bahan baku bisa dipasok dari Denpasar,’’ ujar Erwin Suryadarama.

Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Hendra Gunawan mengungkapkan, UKM yang ada di Blitar sebanyak 900 dan berjalan cukup bagus. Namun mengembangkan UKM lainnya belum bisa dilakukan karena dana yang dimiliki sangat minim. ”Anggaran yang kami miliki hanya sepertiga yakni Rp 4 miliar per tahun dari Diskop UMKM Kota Denpasar,’’ aku Indra Gunawan.

Dikatakan, dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Blitar sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat untuk memajukan UKM-UKM yang ada. Tanpa ada dukungan dana dari pemerintah tidak mungkin UKM akan bisa berkembang dan maju.

Salah seorang pelaku UKM asal Blitar, Batik Ciprat Difa Mandiri, Edy Cahyono mengaku, sebagai pendamping penyandang desabilitas intelektual Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Anak-anak penyandang disabilitas berkarya membuat batik sehingga ada nilai ekonomisnya. Karena itu, penyandang desabilitas tidak tergantung keluarganya dan menjadi beban lingkungan karena sudah memiliki penghasilan lewat membuat batik. ”Selama ini anak-anak penyandang desabilitas sering diremehkan dan disepelekan. ”Melalui hasil karya membatik mereka mendapat pengasilan setiap hari,’’ kata Edy Cahyono.

Dengan demikian, lanjutnya, penyandang disabilitas akan memiliki kemandirian dan masa depan bila orang tuanya sudah meninggal maka mereka bisa berkarya dengan sendirinya tapa tergantung orang lain. ”Hasil karya penyandang disabilitas kami pasarkan ke kantor-kantor pemerintah yang ada di Kabupaten Blitar dan dikirim ke Jakarta dan Palu,’’ terangnya. (her)