JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Seolah bosan kucing-kucingan dengan ulah penambang pasir liar, Selasa (9/4/2019) Satpol PP Kabupaten Klungkung akhirnya mengambil tindakan tegas.

Puluhan personil diterjunkan ke lokasi esk Galian C  di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Namun, tak seorang penambang pun berhasil diciduk. Walau demikian, sebagai efek jera alat-alat berupa linggis, sekop, serta ayakan diangkut oleh petugas.

Kasat PolPP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, Putu Suarta menyampaikan, dalam sidak kemarin ada 20 personil yang diterjunkan. Sekitar pukul 10.00 Wita, petugas mengepung kawasan esk Galian C di Desa Gunaksa. Ketika itu, Putu Suarta mengatakan personilnya tidak mendapati seorang pun pencari pasir. Namun, di sekitar lokasi berhasil ditemukan alat-alat yang kerap digunakan untuk mencari pasir.

Seperti sekop, linggis, serta ayakan. Tak hanya itu, di sekitar lokasi juga ditemukan jejak ban truk pengangkut pasir ilegal tersebut. "Ada bekas penggalian di pinggir sungai. Bekas ban truk juga ada, begitu juga dengan tumpukan pasir. Tapi, orangnya tidak ada. Kami sempat menanyakan kepada pemilik warung di dekat lokasi, tapi semua mengaku tidak tahu," ujar Putu Suarta. 

Sebagai efek jera, alat-alat milik pencari pasir tersebut akhirnya diamankan oleh petugas. Putu Suarta menegaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi lagi. Jika ada pencari pasir yang ditemukan, maka dipastikan akan diproses. "Sepintar apapun kalau kita temukan ada yang mencari pasir, maka kita proses," tegasnya. 

Selain melakukan sidak di eks Galian C, di hari yang sama personil Satpol PP Klungkung juga melakukan penertiban pedagang bermobil di sepanjang Jalan Nakula. Dalam sidak kali ini, petugas berhasil mengamankan dua orang pedagang. Yakni Yuliani, penjual pakaian asal Kampung Gelgel dan H. Hasan penjual tas dan sepatu asal Jalan Ahmad Yani, Denpasar. 

Menurut Suarta, kedua pedagang bermobil tersebut melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Di samping itu, keberadaan pedagang bermobil juga kerap dikeluhkan oleh pedagang yang berjualan di dalam pasar.

"Pedagang ini memakai badan jalan dan membuat kecemburuan pedagang di dalam. Sering ada protes dari pedagang di dalam soal pedagang bermobil yang jualan di badan jalan," ungkapnya. 

Sementara sebagai tindak lanjut atas penertiban tersebut, kedua pedagang yang terciduk akan dipanggil ke Kantor Satpol PP. Selanjutnya pada Kamis (11/4) akan diajukan ke Pengdilan untuk sidang Tipiring. "Sebelumnya sudah sering kami ingatkan, tapi rupanya masih tetap membandel," terang Putu Suarta. (dia)