JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Pasca Pasar Seni Sukawti dikosongkan oleh pedagang, bangunan tersebut kini menunggu proses pembongkaran. Sehingga setelah selesai perataan dengan tanah, barulah pasar tersebut bias dilakukan pengerjaan proyek pembangunan. Plt Kadis Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Wayan Sudamia sebelumnya menyebut pembongkaran bangunan tersebut sudah masuk proses tender. “Sudah masuk proses tender, tunggu saja prosesnya,” jelas Wayan Sudamia.

Kabag Aset DPKAD, Made Arianta, Senin (8/4) kemarin menyebutkan pengumuman lenag sudah dibuka 1 April lalu dan sudah ada pemenang yang akan meratakan bangunan pasar rata dengan tanah. Dijelaskannya, lelang bangunan bekas tersebut dibuka dengan penawaran Rp 50 juta. “Ada penawar tertinggi asal Kabupaten Dumai, Riau, Pitria selaku pribadi mengajukan penawaran sebesar Rp 321 juta,” terang Made Arianta. Bagaimana bisa muncul angka Rp 321 juta, hal tersebut kemungkinan sudah melakukan perhitungan, mulai dari perhitungan nilai atap, tembok, lantai keramik sampai ke sanitair kamar mandi.

Dijelaskan lagi, penawar bangunan, Pitria sudah membayar uang jaminan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang sebesar Rp 26 juta. “Batas akhir pembayaran sebesar Rp 300 juta pada Selasa (hari ini), kalau tidak dibayar maka pihak pelelang dinyatakan gugur dan uang muka lelang dianggap hangus,” terang Arianta. Dijelaskannya lagi, pihak Bagian Aset masih menunggu kepastian pembayaran lelang tersebut, sehingga mendapat kepastian kapan pihak pelelang bias melakukan pekerjaan lelang.

Made Arianta juga menjelaskan, estimasi waktu pembongkaran membutuhkan waktu maksimal dua bulan. “Namun kami meminta agar proses pembongkaran bias selesai dalam sebulan, sehingga bulan Mei sudah bias dilakukan ground breaking,” ungkapnya lagi.

Menyoal keluhan pedagang, bahwa mereka buru-buru dipindahkan ke tempat relokasi, Arianta menjelaskan syarat bangunan bias dilelang adalah bangunan kosong. “Kalau pada bangunan masih ada aktifitas dagang, maka pihak KPKNL tidak akan mau melakukan pelelangan, sehingga pas 1 April bangunan sudah kosong,” jelasnya. Disisi lain, pihak pemenang lelang bangunan juga sudah bisa melakukan pembongkaran asal sudah melunasi pembayaran lelang. Arianta sendiri tidak mau berandai-andai bila pihak pelelang mangkir dari kewajibannya. “Kalau gagal, maka ada pengumuman lelang tahap II, kalau tidak ada, maka akan dijual langsung tanpa lelang,” tutupnya.(sar)