JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Berpameran merupakan salah satu program Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Denpasar dalam meningkatkan kualitas produk serta mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sinergitas program ini juga dilaksanakan lewat sinergitas program OPD Pemkot Denpasar melalui kegiatan pameran terintegrasi. Hal tersebut terungkap dalam rapat rutin pengurus Dekranasda Denpasar dan evaluasi kegiatan Dekranasda Denpasar Tahun 2018,  di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar.

Rapat dan evaluasi program ini dipimpin Ketua Dekranasda Denpasar, Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Ketua Harian, Ny. Kerti Rai Iswara dan Sekretaris Dekranasda, Made Saryawan.

Ny. Selly Mantra menegaskan evaluasi kegiatan Dekranasda pada Tahun 2018 lalu pihaknya tetap melakukan langkah-langkah meningkatkan produk UMKM lewat berpameran terintegrasi. Hal ini sudah dilakukan pada tahun 2018 lalu, dan tahun ini kembali dikemas yang melibatkan sinergitas program dari Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar, Dinas Koperasi dan UKM Denpasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perijinan serta Dinas Periwisata Denpasar. Terintegrasi menurut Ny. Selly dari OPD yang membidangi masing-masing perajin dapat disinergikan dalam satu ruang promosi produk UMKM.

Tidak hanya dalam kegiatan berpameran ditingkat daerah seprti Sanur Village Festival, Denpasar Festival, namun juga melibatkan perajin dalam kegiatan berpameran di tingkat Nasional secara bergiliran. Seperti ajang Inacraf sebagai kegiatan berpameran bagi seluruh UMKM di Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.  Dari berpameran terintegrasi para perajin dapat melihat peluang dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Disamping itu pihaknya juga belum lama ini menggelar kegiatan Great Sale di Rumah Belanja Denpasar.

Dalam kegiatan tersebut diisi dengan promosi produk UMKM dan juga kegiatan amal dengan melibatkan stand Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial Denpasar.  “Intinya kami ingin meningkatkan kreatifitas dari produk yang dihasilkan UMKM Denpasar, serta juga dalam ajang Great Sale yang juga menjual koleksi pakaian saya pribadi dengan dana hasil penjualan sudah saya sumbangkan untuk kegiatan Disabilitas di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sekretaris Dekranasda Denpasar yang juga Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar, Made Saryawan mengatakan perkembangan produk UMKM Denpasar lewat sinergitas OPD Pemkot Denpasar. Dari data yang ada klasifikasi Usaha Kecil menengah (UKM) Denpasar menurut data yang ada di dengan jumlah total di empat kecamatan 31.288. untuk klasifikasi mikro berjumlah 30.050, kecil berjumlah 682, dan menengah dengan total jumlah 556.

Sementara Ni Wayan Rea Mariyani selaku Ketua Asosiasi Bordir, Endek dan Songket (ASBES) Kota Denpasar mengatakan bahwa kegiatan Great Sale sangat mendukung promosi produk UMKM di Denpasar. “Kita sangat mendukung selaku perajin mendapatkan ruang lebih disamping berpameran juga dapat beramal serta produk-produk yang dijual dengan harga diskon dari Rp. 50 ribu sampai Rp. 100 ribu,” ujarnya, sembari mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan sebulan sekali. (car)