JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com Guna meningkatkan pemahaman tentang manfaat keterampilan teknis serta desain kemasan produk bagi pelaku usaha  Industri Kecil Menengah (IKM) serta upaya inovasi kemasan  tingkatkan nilai jual produk, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar  menggelar pelatihan Kemasan  dengan menyasar Industri Kecil Menengah (IKM).

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, IB Anom Suniem, menegaskan, kegiatan ini  dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi sumber daya manusia sebagai pelaku usaha  IKM agar produknya mempunyai daya saing. Mengingat sektor industri  yang paling besar memberikan kontribusi adalah sektor Industri Pariwisata / Jasa  kemudian di ikuti oleh Sektor Industri Kecil Menengah (IKM).

Sektor industri yang menunjang perekonomian Kota Denpasar harus fokus menggarap industri kreatif. “Kreatifitas berbasis kekayaan intelektual merupakan sumber inspirasi dan potensinya makin besar bila di dukung dengan teknologi,’’ ungkap IB. Suniem, saat membuka pelatihan Kemasan  dengan menyasar Industri Kecil Menengah (IKM) Senin (18/3) di Rumah Kemasan Kota Denpasar.

Pihaknya pun menyampaikan, begitu besarnya peranan sebuah kemasan produk yang dapat mempengaruhi konsumen dan seiring dengan perkembangan desain saat ini. maka Pelatihan Kemasan menurutnya sangat tepat dilaksanakan untuk memberi pemahaman tentang pentingnya sebuah kemasan selain sebagai perlindungan produk juga untuk menambah nilai jual produk itu sendiri. “Dengan  pelatihan kemasan ini kita harapkan  dapat  meningkatkan nilai jual produk serta  meningkatkan nilai jual dari kemasan IKM di Kota Denpasar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan IKM di Denpasar,” harapnya.

Kabid Industri Kerajinan Aneka Sandang (KAS) Disperindag Kota Denpasar, Ida Ayu Dewi Citrawati selaku ketua panitia didampingi Kasi Kerajinan, Made Parama Dyaksa mengatakan pelatihan kali ini melibatkan  20 orang peserta dari seluruh IKM se-Kota Denpasar yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 22 Maret mendatang. Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat diimplementasikan oleh UKM agar bisa bersaing dengan produk lainnya  di pasar,” terang Citrawati.

Salah satu peserta pelatihan, I Komang Angga Maha Putra dari STD Bali mengaku, pelatihan ini sangat bermanfaat baginya karena dalam pelatihan ini diberikan materi tentang berbagai desain kemasan terutama tentang fisual  baik dari segi branding, pemilihan warna dan bentuk dari titik kunci. “Setelah titik poin terbentuk barulah materi harus dipilih dan difisualkan agar memiliki kemasan yang lebih menarik,” ungkapnya. (car)