JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

GIANYAR-Fajar Bali | Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring kini mulai menggeliat mengembangkan potensi wisata desa. Bahkan potensi wisata ini baru mulai digagas akhir Tahun 2018 lalu dengan membentuk Pokdarwis.

Desa ini memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan, mengingat seluruh kawasan desa di kelilingi oleh perkebunan dan persawahan.

Perbekel Pejeng Kangin, Gede Purniadi, Senin (11/3/2019) menjelaskan mimpinya agar Desa Pejeng Kangin masuk sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Gianyar. Dikatakannya, saat ini yang sedang ingin digagas adalah objek wisata baru, Waterfall Gana. Hanya sayang, obyek wisata yang akan digagas ini belum memiliki akses masuk yang layak.

“Akses masuknya sekitar 300 meter dari areal parkir, namun sepanjang itu belum ada jalan,” terang Gede Purniadi. Sedangkan sumber airnya berasal dari bukit empelan Pejeng.

Dikatakannya lagi, akses masuk ke obyek wisata tersebut dari Banjar Cagaan masuk ke timur sekitar 2 km dan parker di jaba pura Gana. “Akses dari jaba pura ke lokasi air terjun yang belum ada, kami sedang memikirkannya dari mana anggaran itu bisa diperoleh,” terangnya lagi. Sedangkan persiapan palin sudah dilakukan seperti membersihan areal air terjun dari ranting kayu yang hanyus sampai pada sampah plastic yang mengendap di bawah air terjun. Diperkirakan untuk membangun jalan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 250 juta, guna membuat jalan setapak dengan lebar 1,5 meter dengan beton rabat.

Sedangkan sebelum desa wisata terwujud, Perbekel Pejeng bersama seluruh stafnya setiap hari Rabu dan Jumat bergotong royong membersihkan sampah plastic di seluruh banjar dinas yang berjumlah 8 banjar. “Biasanya setiap Jumat gotong royong, namum kami tambah di hari Rabu. Kami malu nanti setelah mendapat julukan desa wisata, namun masih ada sampah plastic,” bebernya lagi.

Selain memiliki potensi wisata air terjun, Desa Pejeng Kangin juga memiliki potensi lain seperti Candi Tebing Kerobokan dan jalur tracking di persawahan dengan panjang lintasan sekitar 10 km. “Potensi pariwisata sudah kami miliki, tinggal kami mengembangkan potensi SDM dan bagaimana bisa mendapatkan anggaran untuk pengembangan potensi tersebut,” tandasnya.(sar)