JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Klungkung nampaknya kembali harus mengulur realisasi pengadaan eskalator di Blok A Pasar Semarapura.

Mengingat, proses pengadaan tangga berjalan tersebut sudah dua kali gagal tender. Berkaca dari kegagalan tersebut, kini anggaran untuk pengadaan eskalator pun ditingkatkan. Yang semula hanya Rp 1,5 Miliar menjadi Rp 1,8 miliar lebih.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa menyampaikan revisi anggaran ini dilakukan karena pengadaan eskalator di Blok A Pasar Semarapura sudah dua kali gagal tender.

Sejumlah rekanan memang melakukan pendaftaran saat pembukaan tender, namun tidak ada yang mengajukan penawaran. Oleh karena itu, akhirnya diputuskan untuk menambah anggaran. Semula, untuk pengadaan eskalator disertai sound system serta CCTV tersebut dianggarkan Rp1.500.000.000, kini direvisi menjadi Rp1.806.309.321. Ada penambahan anggaran sekitar Rp300 juta lebih.

Ardiasa menjelaskan, anggaran tambahan untuk pengadaan eskalator tersebut diambil dari pergeseran anggaran pembangunan Pasar Hewan di areal Pasar Mentigi, Nusa Penida. Menurutnya, setelah dilakukan pengecekan ternyata pembangunan pasar khusus hewan di area Pasar Mentigi tidak bisa dilakukan secara permanen. Lantaran lahan yang berada di sepadan pantai. Oleh sebab itu, bangunan yang digunakan harus bersifat semi permanen. "Dana itulah yang kita geser untuk eskalator di Blok A Pasar Semarapura," ujarnya, Senin (11/3).

Diberitakan sebelumnya, dana proyek pembangunan Blok A Pasar Semarapura bersumber dari APBD tahun 2018. Anggaranya mencapai Rp 11 miliar. Sebelumnya pengadaan eskalator, CCTV dan sound system tersebut menjadi satu kesatuan dengan proyek bangunan Blok A Pasar Semarapura yang saat ini telah rampung. Namun, karena kekurangan anggaran, pengadaan eskalator bersama pemasangan CCTV dan soundsystem ini dilakukan terpisah dengan anggaran Rp 1,5 miliar.

Kabag Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Klungkung, AA Gde Lesmana mengatakan, tender pertama pengadaan eskalator Blok A Pasar Semarapura sudah dibuka sejak tanggal 18-31 Desember 2017. Ketika itu disebutkan ada tujuh rekanan yang mendaftar. Sayangnya, saat hendak melaju ke tahap berikutnya, justru tak satupun dari ketujuh rekanan tersebut mengajukan penawaran.

Pasca gagalnya tender yang pertama, unit pengadaan barang dan jasa membuka tender yang kedua. Prosesnya dimulai sejak tanggal 9-19 Januari. Pengumuman tender tahap kedua dilaksanakan, 9-16 Januari 2019. Tercatat ada 18 rekanan yang mendaftar dan ada 1 rekanan yang mengajukan penawaran. Sayangnya, satu-satunya rekanan yang mengajukan penawaran tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat. (dia)