JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Geliat perekonomian di Kota Denpasar khususnya di Pasar Badung sejak soft opening, Minggu (24/2/2019) lalu mulai nampak.

Ribuan pedagang yang sebelumnya sempat direlokasi di lahan eks Tiara Grosir pun sudah mulai pindah ke pasar yang tampil lebih elegan modern ini.

Sayangnya, PD Pasar Kota Denpasar selaku pengelola pasar ini ternyata belum menerima hibah gedung dari pemerintah pusat yakni dari Kementerian Perdagangan RI. Akibatnya, PD Pasar Denpasar pun tak bisa memungut biaya layanan jasa terhadap pedagang yang berjualan di Pasar Badung.

Direktur PD Pasar Kota Denpasar,  IB. Kompyang Wiranata mengatakan, hibah Gedung Pasar Badung tahap I dari Kementerian Perdagangan untuk Pemkot Denpasar belum turun. Hingga saat ini proses hibah masih berproses di Departemen Keuangan. "Saat ini masih di Departemen Keuangan. Setelah di Departemen Keuangan baru kemudian ke Sekertariat Negara," ungkap Kompyang Wiranata, dikonfirmasi Rabu (27/2).

Dikatakan akibat belum turunnya hibah gedung Pasar Badung tahap I,  juga menyebabkan Pemkot Denpasar belum bisa menghibahkan ke PD Pasar selaku pengelola pasar. Karena PD Pasar selaku pengelola belum menerima hibah, maka PD Pasar Denpasar belum bisa melakukan pungutan biaya jasa layanan di Pasar Badung. "Kami belum bisa memungut biaya layanan jasa di Pasar Badung," ujarnya.

Kompyang Wiranata mengharapkan proses hibah bisa segera diselesaikan mengingat rencananya Pasar Badung akan dibuka secara Grand Opening oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Maret 2019 mendatang. "Kita berharap secepatnya bisa selesai, biasanya Pak Presiden baru mau meresmikan apabila proses hibah dan lainnya sudah selesai," ujarnya.

Walikota Denpasar,  IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat Soft Opening  Pasar Badung mengakui hibah Pasar Badung dari Pemerintah Pusat belum turun. Namun Rai Mantra memastikan proses hibah sudah berada di Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Hibahnya sudah, itu prosesnya sudah di Setneg," ujarnya.

Sebagaimana  diketahui Pasar Badung telah dilaksanakan soft launching pada Minggu (24/2) pasca rampungnya pembangunan Pasar Badung baik tahap I dan tahap II. Pembangunan Tahap I yang menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan telah tuntas pada 21 Desember 2017 lalu. Dilanjutkan dengan pembangunan Tahap II yang menggunakan dana APBD Kota Denpasar yang telah tuntas pengerjaanya pada 28 Desember 2018 lalu.

Dari pembangunan tahap I dan tahap II Pasar Badung yang telah tuntas ini total seluruh meja los saat ini sebanyak 1.450 unit ditambah jumlah kios sebanyak 290 unit. Setelah selesai di bangun Pasar Badung mampu menampung keseluruhan pedagang lama Pasar Badung yang berjumlah 1.698 pedagang. (car)