JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Kadis Pariwisata I Made Badra dan instansi terkait, melakukan rapat kerja dengan stakeholder pariwisata terkait pengembangan lima desa wisata yang ada di Kabupaten Badung bertempat di ruang Pertemuan Rumah Jabatan Bupati Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala, Selasa (13/11/2018).

Pada kesempatan tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, rapat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dalam mewujudkan desa wisata yang ada di Kabupaten Badung. Bupati Giri Prasta berharap, program pengembangan desa wisata di Badung benar-benar terwujud jangan hanya sebatas wacana. Bupati juga menyampaikan bahwa, pihaknya ingin desa yang membangun bukan membangun desa.

“Ketika desa membangun, peluang kerja dan potensi yang ada di desa itu sendiri akan dinikmati oleh masyarakat sebagai tuan di rumahnya sendiri,” katanya.

Giri Prasta menyatakan, lima desa wisata yang akan dikembangkan kembali yakni, Bongkasa Pertiwi, Sangeh, Mengwi, Carangsari dan Pangsan. Lima pengembangan desa wisata tersebut ditarget akan diselesaikan di tahun 2020 dengan konsep Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yaitu menyeluruh dan terpola.

Lebih lanjut Giri Prasta menyampaikan, tahapan yang telah selesai dilakukan saat ini Feasibility Study, yang akan ditidaklanjuti dengan Master Plan. Untuk DED dan konsepnya kata Bupati Giri Prasta, telah dibuatkan oleh masing-masing desa wisata melalui Pokdarwis yang nantinya akan masuk ke Badan Usaha Milik Desa yang diformat melalui dana hibah. 

Melalui dana hibah ini dapat melakukan kegiatan sendiri dengan memanfaatkan potensi yang ada, baik tukang maupun bahan-bahan yang dipakai harus dibeli dari desa itu sendiri. “Sehingga perputaran ekonomi dengan wujud memanfaatkan potensi yang ada di desa itu sendiri. Pembangunan lima desa wisata ini sama, disesuaikan dengan potensi yang ada disesuaikan dengan adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Bagaimana konsep desa wisata ini ada tatanan sekala maupun niskala,” jelasnya.

Sementara itu Kadis Pariwisata Badung I Made Badra menyampaikan, konsep desa wisata ini terintegrasi secara menyeluruh dengan telah dilaksanakannya Feasibility Study. Selain lima desa tersebut, di wilayah Badung utara juga ada 17 desa yang berpotensi untuk diwujudkan menjadi desa wisata. Guna menarik wisatawan ke Badung utara, pihaknya di Dinas Pariwisata telah menyiapkan wisata kereta gantung yang akan menjadi ikon baru di Badung utara.

Dengan terwujudnya Desa wisata ini akan mendukung keberadaan daripada Kereta gantung yang dapat menghidupkan pariwisata di Badung utara. “Atraksi-atraksi yang ada di masing-masing desa wisata tidak harus sama, karena dengan berbedanya atraksi dan tampilan merupakan roh dari desa wisata tersebut,” ujarnya.

Pada rapat tersebut juga disampaikan kajian dari konsultan Universitas Udayana dengan Feasibility Study dan konsultan dari Warmadewa yang akan dikombinasikan dengan melibatkan stakeholder pariwisata. “Termasuk Sekolah Tinggi Pariwisata bersama Dinas Pariwisata sebagai produk rural destinatioan yang dikembangkan untuk menyiapkan obyek ini pasca melakukan promosi ke luar negeri maupun di dalam negeri,” pungkasnya. (put)