JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

Mangupura-fajarbali.com | Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari Kamis (3/3), sebagian besar akomodasi pariwisata seperti hotel dan vila di Bali ramai menawarkan paket Nyepi kepada wisatawan domestik (wisdom) yang ingin menikmati suasana sunyi di Pulau Dewata.

Meski harga yang ditawarkan cukup terjangkau, namun paket Nyepi yang ditawarkan sejumlah hotel dan vila di Bali dinilai tidak akan berdampak signifikan pada peningkatan okupansi.

  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung IGA Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, setiap perayaan Nyepi wisatawan cenderung akan memilih berlibur ke luar Bali menuju daerah wisata terdekat, misalnya, Gili Trawangan maupun daerah NTB lainnya. Adanya promo Nyepi yang diberikan sejumlah hotel nyatanya dinilai tidak banyak menarik wisatawan.

  "Pada tahun-tahun sebelumnya, saat pandemi baru memasuki Indonesia, okupansi hotel di Bali hanya berkisar 10 sampai dengan 15 persen. Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Okupansi selama Nyepi Tahun ini diproyeksi hanya sekitar 10 persen," ujarnya, Selasa (1/3).

  Suryawijaya menyebutkan, paket Nyepi tidak mempengaruhi tingkat hunian secara signifikan. Terlebih lagi di masa pandemi, mayoritas masyarakat di Bali adalah beragama Hindu dan lebih memilih Nyepi di rumah bersama keluarga. Sementara penerbangan internasional tutup dan wisatawan domestik lebih banyak yang keluar Bali.

  "Sebelum adanya pandemi dan didukung pula dengan adanya tradisi arakan ogoh-ogoh sehari sebelum Nyepi, tentu hal tersebut menarik minat wisatawan, sehingga mempengaruhi tingkat kunjungan dan hunian hotel. Namun, tahun 2021 dan tahun sekarang mengalami kemerosotan karena tradisi tersebut ditiadakan atau dilakukan dengan sangat terbatas dan ketat. Selain itu, masih diterapkannya PPKM juga mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung," ucapnya.

  Menurut Suryawijaya, di tengah pandemi potensi wisatawan domestik untuk meningkatkan okupansi perhotelan sangatlah rendah. Kunjungan wisatawan domestik ke Bali di tengah kondisi pandemi hanya sebanyak 2.000 sampai 3.000 kunjungan per hari dengan okupansi single digit yakni 7 persen sampai 9 persen per hari. "Itu pun belum banyak yang dibuka, sejumlah hotel ada yang temporary close. Promo nyepi saat ini hanya agar bisa isi okupansi, tapi potensi lokal market tidak besar," tutupnya. M-001

BERITA TERKINI