JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

Mangupura-fajarbali.com | Mulai Januari ini, Daya Tarik Wisata (DTW) Water Blow Peninsula Nusa Dua yang berada di dalam kawasan The Nusa Dua dibuka kembali untuk pengunjung. Pembukaan ini dibarengi dengan penetapan pengenaan tarif masuk, yaitu Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak bagi wisatawan domestik, serta Rp25 ribu untuk dewasa dan Rp15 ribu untuk anak-anak bagi wisatawan mancanegara.

 Water Blow dibuka setiap hari pukul 09.00-17.00 WITA. Transaksi tiket menggunakan 2 sistem pembayaran, yaitu offline dan cashless bekerjasama dengan Bank BPD Bali. "Pembukaan kembali Water Blow ini untuk memenuhi keinginan wisatawan menikmati atraksi alam yang unik di kawasan The Nusa Dua. Tentunya dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan tersertifikasi secara disiplin sehingga dijamin aman dan nyaman," kata Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, Selasa (18/1).

  Penetapan Water Blow sebagai DTW didasarkan pada Peraturan Bupati Badung Nomor. 4 Tahun 2018 yang diperkuat dengan Keputusan Bupati Badung Nomor 17/041/HK/2018 serta Peraturan Bupati Badung Nomor 6 Tahun 2021 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Rekreasi dan Olahraga.

  DTW Water Blow memiliki karakteristik dan keunikan berupa fenomena alam yaitu deburan ombak yang menjulang tinggi mencapai 8 meter terhempas di karang-karang. Water Blow juga dilengkapi dengan observation deck (dek pantau) sebagai spot foto dan lokasi terbaik untuk melihat fenomena alam ombak pecah dari atas, toilet, serta fasilitas pendukung protokol kesehatan.

  "Dengan keunggulan konsep one stop destination, penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai CHSE serta kelengkapan fasilitas dan atraksi wisata yang tersedia, kami pastikan The Nusa Dua sangat siap untuk menerima kunjungan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru, tidak hanya sebagai lokasi staycation dan vacation melainkan juga sebagai venue penyelenggaraan event bertaraf internasional seperti KTT G20 mendatang," tutup Ardita. (dha)

BERITA TERKINI