JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
Denpasar-fajarbali.com | Pesatnya kemajuan teknologi saat ini, membuat banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah mampu mempromosikan dan sekaligus memasarkan produk unggulannya langsung ke konsumen. Namun demikian, secara umum para pelaku UMKM masih kendala pemasaran, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, sehingga pemerintah sebagai pembina diharapkan dapat memfasilitasi pasar bagi UMKM.

Pelaku UMKM Cok Istri Mirah mengatakan, dalam perkembangan jaman seperti saat ini, dengan kecanggihan dan kemudahan dalam mengakses teknologi dinilai sudah mampu dimanfaatkan pelaku UMKM dengan baik guna mempromosikan segala bentuk produk unggulannya. Namun demikian, bagi sebagian pelaku UMKM yang berskala kecil masih tetap berkeinginan untuk dapat pembinaan langsung dari pemerintah.

"Sebelum berkembang teknologi seperti sekarang ini, para pelaku UMKM memasarkan produknya dengan membuka toko. Kemudian mencari relasi bisnis (buyer) baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Yang memiliki relasi buyer biasanya memproduksi dalam jumlah banyak. Berbeda dengan pemasaran menggunakan sistem online. Umumnya konsumennya langsung pemakai bukan pebisnis, sehingga dari segi jumlah masih sangat sedikit," ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga :
Komisi III Monev Perumda, Komisi II Monev Pelaksanaan Proyek, Realisasi Proyek Sesuai Harapan, Perumda Kekurangan Armada
Sempat Dilaporkan Hilang, Perempuan Cantik Diduga Tewas Bunuh Diri di Pantai Tebing Sunset Point


Menurutnya, saat ini peran pemerintah masih dibutuhkan dalam mendukung kemajuan dan perkembangan UMKM di Bali. Cok Mirah mengakui bila kendala UMKM di masa pandemi masih terbilang tinggi, baik dari segi promosi maupun permodalan. Sehingga pihaknya meminta agar pemerintah menyediakan lebih banyak ruang-ruang efesien yang langsung menyentuh para pelaku UMKM dan mampu memperkenalkan produk melalui ajang pameran maupun bazar.

Senada dengan Cok Mirah, Manajer Krisna Oleh-oleh Khas Bali Sunset Road Kuta dan Nusa Indah Denpasar, Ayu Saraswati juga menyebutkan hal sama. Pihaknya masih memandang para UMKM masih memerlukan pendampingan. Ke depan, jika sudah mampu naik kelas, dengan sendirinya akan mandiri.

"Yang perlu dorongan adalah UMKM, terutama yang mikro karena mereka adalah pelaju usaha pemula. Bagi yang pemula selain teknis produksinya didampingi agar menghasilkan produksi berkualitas, juga pemasarannya. Selama ini pelaku usaha di Bali hanya berkutat memproduksi saja. Sedangkan yang memasarkan orang lain. Dengan adanya sistem online memang sudah banyak produsen yang langsung memasarkan ke konsumen. Tapi belum maksimal, sehingga masih banyak yang hanya produksi saja," tandasnya. (dha)