JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
Denpasar-fajarbali.com | Di tengah merosotnya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19, masyarakat Bali harus mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Dukungan itu tidak lagi menekankan pada pemberian subsidi langsung, tetapi dukungan yang mendorong produktivitas dalam berusaha sehingga perekonomian akan bergerak tumbuh dan harapannya bisa pulih meski pandemi sulit untuk berakhir.

"Salah satu support yang akan mendorong pergerakan perokoniman adalah program Work From Bali dari kementerian, lembaga negara, lembaga negara non-kementerian dan BUMN. Dalam catatan, ada 13 lembaga negara, 30 kementerian, 28 lembaga negara non-kementerian, dan 114 BUMN di Indonesia. Jika mereka menggelar kegiatan di Bali, maka akan sangat membantu mendorong pergerakan perekonomian di Bali," ujar Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Minggu (6/6/2021).

Baca Juga :
Pelukis Sayan Masih Pertahankan Gaya Young Artist, Wisatawan yang Mau Belajar, Disiapkan Instruktur Lukis
Kasus Covid-19 di Bali Menurun, Kadiskes Bali Minta Masyarakat Tetap Waspada


Menurutnya, dengan adanya Work From Bali semua akan bergerak baik itu profesional conference organizer, event organizer, travel dan juga UMKM akan ikut tergerak. Ribuan pekerja di Bali akan terselamatkan karena program Work From Bali ini akan digelar di seluruh kabupaten dan kota. Bukan hanya terpusat di Badung dan Denpasar saja.

"Untuk itu, kami mendorong pemerintah pusat segera merealisasikan program Work From Bali. Mengingat, pergerakan perekonomian di Bali hingga saat ini belum massif," ucapnya.

Partha Adnyana mengatakan, setahun lebih pandemi Covid-19 telah melanda dunia. Bali sebagai tujuan wisata, menjadi daerah yang sangat terdampak dibanding dengan daerah lain yang berbasis industri non-pariwisata. "Sebab, industri pariwisata mengutamakan pada traffic manusia. Sementara pandemi Covid-19 telah memaksa pembatasan traffic manusia," imbuhnya.

Ia menyadari masalah itu bukan berarti tidak ada solusinya. Setahun lebih, masyarakat Bali telah berlatih dan berusaha untuk bersahabat dengan pandemi Covid-19. Dalam berkegiatan, baik aktivitas perekonimian maupun sosial dan keagamaan, telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat sesuai arahan pemerintah. Pelatihan dan simulasi penerapan kegiatan yang berpegang pada CHSE (Cleanliness/Kebersihan, Health/Kesehatan, Safety/Keamanan, Environment Sustainability/ Kelestarian Lingkungan) sudah berulangkali dilakukan.

“Dengan kata lain, masyarakat Bali sudah siap beraktivitas sambil bersahabat dengan pandemi Covid-19. Pengetahuan, pemahaman dan skill bersahabat dengan pandemi Covid-19, terus meningkat dan ditingkatkan. Selain itu, program vaksinasi Covid-19 di Bali juga sudah dilakukan secara massif. Vaksinasi telah dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya terbentuknya herd immunity," terang Partha Adnyana. (dha)