JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
GIANYAR-fajarbali | Walau sempat sebagai pekerja di restoran sebagai cook, pemuda asal Banjar Tengah Triwangsa, Desa Kenderan, Tegalalang masih memiliki insting mematung. Sebelumnya mengadu nasib di sektor pariwisata namun kini kembali menekuni seni mematung tapel.

Dikatakan Dewa Wijaya dulunya bekerja sebagai staff Cook ini banting di sebuah villa. “Villa tempat saya kerja tutup karena pandemi sepi hunian. Saya coba cari pekerjaan lain, ternyata insting membuat tapel masih ada,” jelasnya.

Selama di PHK, dia mencoba mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya. Akhirnya memutuskan membuat tapel atau topeng. Semisal Barong, Rangda dan Topeng.

Baca Juga :
Dua Bule Turki Tertangkap Basah Pasang Alat Skimming di ATM SPBU
Enam Jenis Aplikasi Wajib Ada di Ponsel Kaum Milenial


“Kebetulan Ayah saya menekuni seni ukir, saya juga hobi di bidang kesenian. Daripada diam tidak berpenghasilan, saya putuskan untuk membuat tapel,” jelasnya. 

Sampai saat ini, sudah 11 tapel sudah dikerjakan, dan akan terus bekerja walau tidak ada pesanan atau permintaan. Dijelaskannya lagi, dirinya memiliki keturunan penari dan pembuat tapel.

“Dulu tetua kami ada yang pragina topeng, tapi saat ini topengnya sudah tidak ada. Makanya saya semangat membuatkan, sambil belajar juga mengisi waktu,” tambahnya.

Diapun sangat berharap bisa melanjutkan bakat seni tetuanya dan situasi pariwisata di Bali bisa segera pulih. “Kalau bersemangat, bias seharian mengerjakan tapel. Namun kadang diselingi dengan pekerjaan lain,” tutupnya. (sar)