JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
SINGARAJA-fajarbali.com | Ditengah pandemi yang melanda saat ini dirasa kesulitan yang dialami bukan hanya para pengusaha namun hal itu juga dirasakan oleh para petani. Seperti yang diungkapkan Kadek Armiti seorang petani yang berasal dari Desa Dencarik, Kecamatatan Banjar sangat mengharapkan adanya tambahan pupuk subsidi untuk para petani.

Hal itu dirasakan belakangan ini jumlah pupuk subsidi yang diterima para petani semakin hari semakin sedikit. Padahan tutur Armiti, jumlah petani yang ada semakin berkurang dari tahun ketahun karena sebagian para petani mengalihfungsikan tanah pertanian miliknya namun jatah untuk pupuk subsidi untuk para petani semakin berkurang juga padahan para petani masih mengharapkan adanya suplay pupuk subsidi dari pemerintah.

“Kalau dilihat jumlah petani semakin berkurang namun jumlah pupuk yang diterima oleh para petani sebenarnya bertambah namun kenapa justru berkurang? Kami sebagai seorang petani sangat mengharapkan adanya suplay pupuk subsidi,” tuturnya.

Baca Juga :
Oknum Brigadir Ngurah Menara Diduga Dikendalikan Napi Lapas Kerobokan
Gagal Beraksi di Mesin ATM, Dua Bule Turki Diringkus Tim Cyber Polda


Bahkan dirinya mengharapkan adanya pengawalan ketat pupuk bersubsidi oleh pemerintah hingga nantinya sampai ketangan para petani yang membutuhkan.

“Harapan kami kepada Gubernur Bali Wayan Koster bisa memberikan jatah pupuk bersubsidi yang lebih banyak kepada para petani sehingga para petani semakin sejahtra dan tidak ada lagi pengalihan fungsi lahan petaniannya lagi. Pemberian pupuk bersubsidi nantinya diharapkan dikawal sehingga sampai ke tangan para petani atau tidak ada permainan sebelum sampai ke tangan para petani,” ucapnya.

Dirinya juga menuturkan kalau dirasa sangat sulitnya mencari pupuk bersubsidi untuk para petani. Bahkan setiap pera petani menerima pupuk bersubsidi jatahnya selalu semakin berkurang dari bulan-bulan sebelumnya.

“Kalau dikatakan sulit memang sangat sulit sekali mencari pupuk bersubsidi dan itupun jatah atau jumlah pupuk yang diterima oleh para petani terus mengalami penurunan bila dibandingkan dari sebelumnya maka dengan adanya hal itu diharapkan adanya pengawalan dan penambahan pupuk bersubsidi untuk para petani,” tutupnya. (ags)