JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan selama 2 periode diakui memang memberi dampak yang cukup berat bagi sektor pariwisata. Namun demikian, hal ini dianggap bagian dari suatu proses yang harus siap dijalani dalam upaya mendukung pemerintah menekan kasus Covid-19.

"Jika sinergitas antara kebijakan pemerintah dan disiplin protokol kesehatan dari masyarakat dapat berjalan baik, saya yakin pariwisata akan segera bangkit. Namun, kenyataannya PPKM justru dinilai tidak efektif dan angka kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Ini perlu dikaji dan dievaluasi kembali," ujar praktisi pariwisata, I Wayan Duartha, Kamis (4/2/2021).

  Menurut Duartha, meski dalam pelaksanaan PPKM, bukan berarti harus total berdiam diri. Namun ada sesuatu yang bisa didorong agar tetap bergerak meski perlahan dan terbatas. Pertumbuhan ekonomi dan pariwisata merupakan tanggung jawab bersama.

  Selain itu, dirinya mengaku sangat yakin setelah pelaksanaan PPKM ini pariwisata akan kembali bergerak maju. "Seperti berkali-kali saya bilang kalau dibuka dengan benar dan difasilitasi pemerintah, pariwisata akan booming. Karena orang lama tinggal di rumah ketika diizinkan keluar akan seperti air bah," jelasnya.

  Ia mencontohkan, saat libur pergantian tahun, padahal masih diperketat saja sudah ramai. Jika nantinya seperti yang dibilang Menparekraf tiket disubsidi, penerbangan dipermudah, hotel juga difasilitasi dengan diskon, dia yakin untuk pasar domestik akan ramai kembali. "Dengan langkah ini dana pusat juga akan tersalurkan efektif. Mari kita tunggu beberapa saat lagi dengan sabar. Saya yakin tak lama lagi pariwisata akan kembali bergairah," ucapnya.

  Duartha menilai pasar domestik masih luar biasa. Apalagi seiring dengan berjalannya vaksin maka pariwisata akan segera pulih meskipun tidak sampai 100 persen. "Kalau pemerintah turun langsung pasti cepat. Apalagi Sandiaga Uno belum lama ini sempat berkantor di Bali serta membuat kebijakan yang mendukung pemulihan pariwisata, tentu ini semakin menggenjot  perekonomian di sektor pariwisata," pungkasnya. (dha)