JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Ditengah pandemi covid-19 berbagai terobosan terus dilakukan Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra dalam melayani masyarakatnya, seperti halnya pada bidang kesehatan. Dimana, setiap masyarakat Gianyar yang tidak memiliki jaminan kesehatan akan dibiayai penuh oleh Pemda Gianyar.

Hal tersebut diungkapkan Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra,S.Ked.,M.Si pada dasarnya RSU (Rumah Sakit Umum) Payangan baru menjalani soft launching yang dibuka olah Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra pada 14 Februari 2020 lalu dengan memiliki visi misi Menyederhanakan Layanan, Mendekatkan Akses Layanan, dan Pelayanan yang Terjangkau Tanpa Mengurangi Kualitas. Sehingga dengan adanya visi misi tersebut, maka Bupati Gianyar memberikan kebijakan sesuai dengan Perbup No 45 Tahun 2019 yang tentang bantuan biaya rawat jalan, rawat darurat dan inap bagi penduduk yang tidak dibiayai jaminan kesehatan dan Perbup No 9 Tahun 2020 tentang tarif.

"Ditahun 2020 kita sudah melayani Tahun 2020 pasien rawat jalan 11.380 jiwa dan rawat inap 1202 jiwa, dengan total biaya klaim ke Pemda Gianyar mencapai Rp10 milyar dan di awal Tahun 2021 hingga 25 Januari RSU Payangan sudah menangani pasien rawat jalan 568 jiwa dan rawat inap 160 jiwa," jelasnya Selasa (26/1/2021).

Lanjutnya dr. I Gusti Ngurah menerangkan, dengan adanya pembiayaan kesehatan oleh Pemda Gianyar menjadikan masyarakat sekitar sangat terbantu, ditambah lagi dengan sistem mengutamakan pelayanan pasien. Kita kalau di RSU Payangan ketika ada pasien masuk, diawal kita pastikan tidak akan menanyakan penanggung jawab biaya pengobatan pasien, yang paling utama adalah langsung memberikan layanan tindakan terhadap pasien," ungkapnya.

Ditambahkannya, bahwa pihaknya di RSU Payangan juga melayani penduduk luar Kabupaten Gianyar maupun luar Provinsi Bali dan klaim pembayaraannya nanti akan langsung ditujukan kepada Kementrian Sosial di Jakarta. "Orang manapun selagi warga negara Indonesia yang berobat ke RSU Payangan pasti akan kita layani dan mendapatkan hak sama," ucap dr. I Gusti Ngurah.

Dijelaskannya, tujuan Pemda Gianyar membiayai kesehatan warganya sebagai bentuk kepedulian pemerintah dari dampak sosial bidang kesehatan, ketika pandemi covid-19 banyak warganya yang tidak aktif jaminan kesehatan baik itu milik pemerintah maupun swasta karena tidak lagi mampu membayar premi. 

"Untuk mendapatkan bantuan dampak sosial bidang kesehatan akibat pandemi covid-19 syaratnya pun sangat mudah, ketika pasien yang ingin berobat di RSU Payangan memiliki KTP Gianyar atau surat domisili dari otoritas desa setempat, dan tidak memiliki jaminan kesehatan maupun memiliki jaminan kesehatan tetapi tidak aktif, dan bersedia ditempatkan dikelas tiga maka biaya kesehatannya akan ditanggung penuh oleh Pemda Gianyar," bebernya.

dr. I Gusti Ngurah menambahkan, RSU Payangan sementara ini masih melayani fasilitas kesehatan dasar seperti speasilis penyakit dalam, anak, kandungan, saraf. Jadi ketika ada perawatan kesehatan diluar empat komponen maka pihaknya merujuk ke RS Sanjiwani Gianyar. Dan saat ini untuk pelayanan rawat ini pihaknya mempunyai 60 tempat tidur efektif.

"Kedepan nantinya RSU Payangan akan memiliki 100 tempat tidur untuk layanan rawat inap, dan ditargetkan diakhir semester 2021 sudah bisa digunakan," pungkasnya. kdp