JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Pesatnya perkembangan zaman membuat kemajuan teknologi tidak bisa dibendung. Bahkan demi memenuhi kebutuhan trend hidup manusia, exploitasi pun rela dilakukan sehingga bisa merusak lingkungan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 kemajuan teknologi harus memberikan solusi salah satunya di bidang transportasi. 

Seperti diungkapkan pebisnis muda lulusan universitas finance di Singapura, Ni Nyoman Ayu Cyntia Diantari, sudah saat di Bali mewajibkan penggunaan kendaraan listrik. Sebab Pulau Bali menjadi pusat pariwisata dunia, sehingga harus transportasi yang digunakan harus ramah lingkungan dan bebas polusi udara. 

Pengusaha milenial ini menjelaskan, untuk menjadikan Bali go green caranya harus berani mengubah main set masyarakat berlatar belakang eco life style. Apalagi untuk mendukung perubahan Bali go green pemerintah pusat maupun daerah sudah  mengeluarkan Perpres No.55 dan pemerintah daerah mengeluarkan Pergub Bali No.45 dan 48 tahun 2020 yang berbasis akan kemajuan dan perbaikan lingkungan hidup.

"Untuk menjadikan Bali Go Green dan bebas polusi diperlukan partisipasi masyarakat demi menjadikan pariwisata di Bali ramah lingkungan," papar Direktur Bussenis Development And Digital Marketing PT Raditya Holding Company yang akrab disapa Cyndy ini, usai peresmian dan pembukaan Showroom dan Main Dealer Sentrik di Jalan Gatot Subroto Barat No.500 Denpasar,  Kamis (31/12/2020).

Di sisi lain dikatakan, untuk menciptakan pariwisata Bali bebas polusi kendaraan motor listrik sangat diperlukan, meskipun masih akan menunggu perubahan lifestyle masyarakat. Sama halnya ketika dahulu masyarakat menggunakan kompor berbahan bakar kayu, kini lambat laun masyarakat sudah menggunakan bahan bakar minyak dan gas hingga kompor listrik saat ini. Artinya kehadiran kendaraan listrik di Bali lambat laun main set masyarakat Bali juga akan berubah. "Untuk bisa diterima kendaraan listrik di segala lapisan masyarakat, maka perubahan main set dan edukasi harus diberikan," tuturnya.

Lanjut Cindy, untuk mewujudkan penggunaan kendaraan listrik di Bali sekiranya harus diimbangi dengan infrastruktur, seperti adanya SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Selain itu, juga ada harus ada spare part kendaraan listrik yang lengkap dan harus terus ditingkatkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan service kendaraan. "Kalau minat masyarakat sudah meningkat akan kendaraan listrik, maka harus diimbangi dengan peningkatan SPKLU di Bali. Kalau bisa Bali seperti negara China membuat pertukaran baterai kendaraan listrik," pungkasnya. kdk