JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Pariwisata Bali diprediksi tidak bisa kembali pulih dengan cepat kendati angka kesembuhan pasien Covid-19 kian meningkat.


Bahkan dalam waktu 2 tahun sekalipun, pariwisata Bali belum akan 100 persen kembali normal. Terlebih lagi penerbangan internasional masih belum dibuka, dan hal tersebut menyebabkan pelaku pariwisata harus berpikir keras untuk memenuhi biaya operasional dan lebih gencar menggaet wisatawan domestik (wisdom).

   Praktisi pariwisata, K. Swabawa, mengatakan, hotel, vila, pengelola objek wisata, maupun restaurant menjadi usaha yang terdampak imbas pandemi Covid-19. Kunjungan wisatawan pun mengalami kemerosotan yang cukup signifikan sehingga banyak industri pariwisata yang memilih tutup dan merumahkan sebagian besar karyawannya.

   "Hal tersebut tidak lepas dari kebijakan social dan physical distancing selama pandemi Covid-19. Kondisi ini sontak memunculkan kekhawatiran akan kolapsnya sejumlah pengusaha pariwisata di Bali, terutama pengusaha lokal. Kalau vaksin sudah ditemukan, mungkin akan kembali terjadi peningkatan. Sebelum vaksin benar-benar paten dan siap diedarkan, kita berharap pemerintah daerah membuat perlindungan kepada pengusaha maupun industri yang bergerak di sektor pariwisata Bali," ujarnya, Kamis (26/11/2020).

   Swabawa menuturkan, kapan pandemi Covid-19 akan berakhir masih belum dapat dipastikan. Kalaupun belum bisa menggaet wisatawan mancanegara, masih ada potensi wisatawan domestik dan lokal untuk menggeliatkan pariwisata Bali. "Terlebih sekarang Bali sudah mendapatkan apresiasi lantaran tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 cukup tinggi. Kemudian, jumlah kematian akibat Covid-19 juga terhitung rendah. Bahkan disebut yang terendah di Indonesia. Yang penting untuk saat ini kita harus bisa mempertahankan kepercayaan itu. Jangan sampai nanti ada kejadian yang melunturkan kepercayaan," ucapnya.

   Swabawa menambahkan, SOP yang baik terutama menyangkut protokol kesehatan harus disiapkan. Bali juga tidak terburu-buru mendatangkan wisatawan sebelum kondisi benar-benar aman untuk mencegah kembali terjadi wabah. (dar).