JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Masih tingginya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia menjadikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) belum dapat dibuka secara maksimal, hal tersebut juga berdampak pada sektor pariwisata di Pulau Bali. Hal ini membuat industri pariwisata harus gencar membuat terobosan dan mengoptimalkan dalam menggarap pasar lokal. Namun, menggarap pasar lokal pun bukan perkara mudah.



Sehubungan dengan hal tersebut, General Manager H Sovereign Bali, Ramia Adnyana mengaku meski sudah berupaya menggarap pasar lokal dengan membuat promo menarik serta diterapkannya protokol kesehatan (prokes) yang sudah terverifikasi, namun penghasilan yang didapat masih belum mampu menutupi biaya operasional. Hal tersebut karena belum adanya kunjungan wisman, sementara untuk pasar domestik dan lokal masih sangat minim.

"Untuk memenuhi operasional, kita masih menggunakan kas internal. Namun dana ini tentunya tidak bisa bertahan lama, karena akan habis dan pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir dan kapan kunjungan wisatawan bisa kembali normal. Saat ini masih bertahan,” ujarnya, Senin (26/10/2020).

Ramia Adnyana menambahkan, untuk pelaku pariwisata, menutup usaha bukan keputusan yang tepat saat ini, karena jika terlalu lama diam dan membuka kembali akan sulit nantinya. Dengan itu pihaknya berharap pelaku pariwisata tetap membuka secara perlahan dengan menyasar wisatawan lokal.

“Kita harapkan usaha-usaha yang bergerak di bidang pariwisata selalu optimis mencari pasar-pasar baru, baik lokal, nusantara ataupun kementerian. Semoga Covid-19 cepat berlalu sehingga keterpurukan sektor pariwisata dapat kembali bergairah dan perekonomian Indonesia pulih seperti sediakala,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan GM Segara the Seaside Bar & Restaurant, I Nengah Budi Hartawan. Pihaknya mengatakan, untuk menutupi oprasional dengan apa potensi yang sudah digarap saat ini tentunya tidak bisa. Terlebih usaha yang dikelola sebelumnya lebih banyak menyasar pasar wisatawan mancanegara, sehingga untuk beralih ke pasar yang sesuai saat ini membutuhkan waktu dan strategi.

Dia pun mengatakan, telah memiliki dana cadangan yang disisihkan dari laba setiap tahunnya. “Namun dengan situasi pandemi berkepanjangan seperti saat ini tentu cadangan dana tersebut tidak akan mencukupi untuk menutupi biaya operasional,” ungkapnya. (dar).