JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Ditengah ancaman wabah pandemi Covid-19, berbagai strategi dan usaha telah dilakukan pelaku pariwisata untuk bisa bangkit dari keterpurukan.

 

 

 

 


Namun demikian, hal tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda adanya peningkatan kunjungan serta belum bisa memulihkan kondisi saat ini. Minimnya kunjungan wisatawan dan lesunya perekonomian mengakibatkan sektor pariwisata mati suri.

Pelaku pariwisata IGK Pujawan mengatakan, yang paling terdampak saat ini akibat Covid-19 adalah para pelaku pariwisata. Mengingat masyarakat di Bali sebagian besar mengandalkan sektor pariwisata sebagai matapencaharian.

"Kita meyakini kalau pariwisata di Bali kedepannya akan kembali bagus, tentunya didukung dengan penanganan Covid-19 dengan serius, penerapan protokol kesehatan yang baik serta adanya vaksin yang mampu memberikan rasa aman kepada wisatawan," ujarnya, Kamis (15/10/2020).

Untuk mendukung itu semua, lanjut Pujawan standar prokes yang sudah ditentukan harus diterapkan betul-betul.  Pihaknya mewanti-wanti, kalau Covid-19 ini tidak diperhatikan dan ditanggulangi dengan baik, tentu semua akan berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan pariwisata.

“Memang benar saat ini pemerintah sedang fokus terhadap penanganan Covid-19 untuk memastikan kesehatan masyarakat terjamin dan terbebas dari belenggu Covid-19, namun sisi lain, perekonomian yang mulai terpuruk juga perlu mendapatkan perhatian. Kalau kita tidak bergerak tentu ekonomi tidak jalan. Untuk menjalankan itu semua secara berimbang, Pemerintah bersama-sama masyarakat harus taat memperhatikan dan menaati prokes,” jelasnya.

Pujawan menambahkan, walaupun kasus Covid-19 di Bali belakangan ini mulai mengalami penurunan, namun pihaknya berharap pemerintah tetap konsisten pada penanganan Covid-19 dengan melibatkan desa adat dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait pencegahan maupun penerapan protokol kesehatan (Prokes).

"Menurut saya, pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah di kabupaten/kota sudah berusaha maksimal dalam menanggulangi wabah Covid-19 dengan berbagai terobosan dan kebijakan. Walau demikian, penanganan Covid-19 ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Tanpa dukungan masyarakat, kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 tak akan berjalan optimal. Begitu pula sebaliknya, tanpa adanya kebijakan pemerintah, maka penyebaran virus akan terus bertambah di tengah-tengah masyarakat," tegasnya.

Untuk saat ini pihaknya berharap agar penanganan terhadap Covid menjadi fokus utama selain tetap melakukan upaya-upaya mempromosikan pariwisata Bali agar pergerakan perekonomian tetap berjalan. (dar/hen).